Kejari OKU Resmi Menahan Dua Tersangka Dugaan Penyimpangan Pada Dinas BPBD Tahun 2022

oleh -670 Dilihat

Baturaja, penasriwijaya.com – Terkait dengan Penanganan dugaan tindak pidana korupsi terhadap penggunaan Anggaran Belanja Barang dan Jasa pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (Kab.OKU) Tahun 2022, Kejaksaan Negeri OKU, resmi menahan Dua tersangka.

Sebagai bentuk sinergitas antara APIP Insepktorat dan Kejari OKU, beberpa waktu yang lalu kami, telah melakukan pendalaman informasi terkait dengan adanya dugaan penyimpangan penggunaan anggaran pada BPBD Kabupaten OKU di tahun 2022,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU, Choirun Parapat,S.H.,M.H., saat Prees Realese yang didampingi Kepala Bagian Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Yerry tri mulyawan SH,.MH., dan Kasi Intelijen Kejari OKU Hendri Dunan SH., bertempat di aula kantor Kejari OKU.

Setelah dilakukan rangkaian proses hukum pada hari ini kamis tanggal 4 Juli 2024, Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu akan melakukan realese terhadap perkembangan penanganan perkara dimaksud berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri OKU : PRINT — 01/L.6.13/Fd.1/03/2024 tanggal 14 Maret 2024 dan diperpanjang dengan SPRINTDIK ‘”’ Nomor : PRINTO1.a/L.6.13/Fd.1/06/2024 tanggal 07 Juni 2024,” terang Kajari OKU.

Baca Juga :  PJ Bupati OKU Hadiri Peringatan Hari Lahir 1 Abad NU Di Yayasan Darul Falah

“Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan pada Kejari OKU dan setelah dilakukan ekspose perkara pada kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Tim penyidik telah menemukan 2 Alat Bukti yang cukup berdasarkan Pasai 184 KUHAP untuk menentukan Pihak yang paling bertanggung jawab dalam perkara ini.

Dan Lanjut, pada hari ini 2 orang saksi dalam perkara dimaksud statusnya telah ditingkatkan menjadi tersangka dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Terhadap Penggunaan Anggaran Belanja Barang Dan Jasa Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2022 berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : PRINT — 490/L.6.13/Fd.1/07/2024 tanggal 04 Juli 2024 serta Nomor : PRINT — 491/1.6.13/Fd.1/07/2024 tanggal 04 Juli 2024 Yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri OKU, dengan demikian perhari ini untuk kedua tersangka tersebut akan dilakukan penahanan oleh pihak Penyidik Kejaksaan Negeri OKU berdasarkan Surat Perintah Penahanan oleh Kepala Kejaksaan Negeri OKU Nomor : PRINT -488/L.6.13/Fd.1/07/2024 tanggal 04 juli 2024 dan Nomor : PRINT -489/L.6.13/Fd.1/07/2024 tanggal 04 juli 2024 selama 20 Hari kedepan untuk mempercepat proses penanganan perkaraa dan selanjutnya ditahan di Rumah Tahanan kelas II B Baturaja,” jelas Kajari OKU.

Baca Juga :  Bupati OKU Hadiri Peresmian UKK Imigrasi Baturaja

Adapun kedua tersangka tersebut berinisial AK yang merupakan kepala BPBD Kab. OKU periode Tahun 2022 yang sekarang menjabat sebagai kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. OKU dan Saudara Inisial J yang merupakan Bendehara peda BPDB Kab.OKU tahun 2022.

Secara Singkat Kronologis Perkara dimaksud sebagai berikut : Bahwa pada tahun 2022 kedua tersangka diduga kuat secara Bersama – sama telah melakukan tindak pidana korupsi dalam Pengelolaan Anggaran BPBD Tahun 2022 yang mengakibatkan kerugian keuangan negara atau daerah Kab.OKU.

Bahwa dugaan tindak pidana korupsi tersebut diduga kuat dilakukan dengan cara menyelewengkan penggunaan anggaran baik yang dilakukan secara Fiktif maupun kegiatan yang tidak dilengkapi atau didukung dengan Laporan Pertanggung Jawaban yang sah yang masuk dalam Sub Kegiatan Belja Operasi dan Sub Belanja Barang dan Jasa (DPA BPBD Tahun 2022).

Bahwa atas kordinasi dengan Inspektorat kab.OKU tim auditor yang diminta oleh penyidik Kejaksaan Negeri OKU, telah metakukan perhitungan audit PKN dalam perkara yang dimaksud, ditemukan jumlah kerugian keuangan negeara tersebut sebesar Rp. 428.397.237,(empat ratus dua puluh delapan juta tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu dua ratus tiga puluh tujuh rupiah) Berdasarkan Laporan Hasil Audit Investigasi perhitungan kerugian negara Nomor 700.1.2.3/13/LHP/XIV/2024 Tanggai 29 April 2024

Baca Juga :  Jamaah Haji Asal Kab.OKU Sudah Tiba Dan Satu Masih dirawat di Arab Saudi

Bahwa terhadap kedua tersangka tersebut diterapkan Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Pasal 9 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf a,b, Ayat 2 dan (3) Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan diperbaharui dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” imbuhnya.

Sampai dengan hari ini penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lebih kurang 25 Saksi. “Penyidik Kejaksaan Berkomitment untuk menuntaskan penanganan perkara ini secara berintegritas sampai dengan nantinya perkara ini dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, kegiatan ini juga sekaligus sebagai warning bagi pejabat atau para pihak yang diberi kewenangan untuk mengelola Anggaran dari Negara atau daerah untuk menghindari praktek – praktek korupsi,” pungkas Kajari OKU (PS@di)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.