JPU Kejari OKU Laksanakan Sidang Tipikor Dengan Agenda Pembacaan Putusan Perkara Penggunaan DD Desa Tanjung Sari

oleh -841 Dilihat

Palembang, penasriwijaya.com – Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang melaksanakan sidang lanjutan dengan agenda Pembacaan Putusan Perkara Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana Desa (DD) pada Bidang Pembangunan Desa dan Dana penyertaan Modal Desa ( BUMDes ) Desa Tanjung Sari Kecamatan Pengandonan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Tahun 2018, Rabu (21/06/2023). pukul 10.00 WIB.

Dalam hal ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU melalui press releasenya menyampaikan,” terdakwa atas nama Jon Hendrah Bin Zal Zahri yang mana saat itu bertindak sebagai Kepala Desa Tanjung Sari tahun 2016 Sampai Dengan tahun 2020.

“Dalam amar putusannya, majelis hakim berpendapat bahwa perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah bersalah dan menyakinkan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi berupa: Melaksanakan kegiatan Dana Desa tanpa melibatkan perangkat Desa,

Baca Juga :  PJ Bupati Bersama Gubernur Sumsel Hadiri Rapat Paripurna Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kabupaten OKU Yang Ke-113

Kegiatan penggunaan Dana Desa didapati adanya Mark-Up, harga terhadap pembelian bahan material dan barang – barang lainya dalam pembangunan fisik.

Selain itu dalam kegiatan fisik tersebut juga terdapat kekurangan volume Dalam bidang BUMDES Kepala Desa tidak merealisasikan pembiayaan Penyertaan Modal Desa ( BUMDes ) tahun anggaran 2018, sehingga berdasarkan hasil audit Inspektorat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu, kerugian Negara yang timbul adalah Sebesar Rp. Rp. 394.345.969,- (tiga ratus sembilan puluh empat juta tiga ratus empat puluh lima ribu sembilan ratus enam puluh sembilan rupiah) yang mana dari kerugian negara tersebut digunakan untuk memperkaya diri terdakwa sendiri.

Baca Juga :  Disparbud Kab OKU Gelar Penyuluhan: Kasi Intel Kejari OKU Sampaikan MateriĀ 

“Majelis hakim yang diketuai oleh Dr. Editeriah, SH.,MH., menjatuhkan putusan terhadap terdakwa sebagai berikut: menyatakan Terdakwa Jon Hendrah Bin Zal Zahri telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum : Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan 6 (enam) bulan, serta pidana denda sejumlah Rp250.000.000,00 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan; Menghukum Terdakwa untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp394.345.969,00 (tiga ratus sembilan puluh empat juta tiga ratus empat puluh lima ribu sembilan ratus enam puluh sembilan rupiah), dan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan; Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Baca Juga :  Lagi : Pemkab OKU Menerima Bantuan Paket Sembako, Masker Dan APD

Atas putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim tersebut, Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir sementara terdakwa menerima hasil putusan tersebut. (PS@di)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.