SDN 01 Sungai Lilin Adakan Perawatan Dan Pembutan Taman

Muba, Penasriwijaya.com – Untuk meningkatkan keindahan dan tertata rapi lingkungan sekolah maka Sekolah Dasar Negara (SDN) 01 Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membuat inisiatif buat taman di depan halaman kantor sekolah, agar terlihat lebih indah dan cantik di lingkungan sekolah.

Menurut Kepala Sekolah SDN 01 Sungai Lilin, M. Dahlan Spd., mengatakan, sebelumnya di lokasi sekolahan tersebut terlihat berantakan dan tidak tertata rapi dan memberikan kesan kumuh. Sehingga dari kejauhan tampak kurang enak di pandang dan berantakan. Maka kita bangun taman dan dengan adanya taman yang baru di harapkan dapat memperindah taman sekolah kita,” ujar M Dahlan saat di Komfirmasi di kantornya. Minggu (25/10/2020) kemarin.

“Pembuatan taman tersebut merupakan satu upaya agar sekolah lebih terlihat nyaman, hijau dan asri sebab tanaman hijau dapat menghasilkan zat oksigen (02) yang dapat di manfaatkan oleh manusia untuk proses pernapasan.

Lebih lanjut Iya juga mengatakan, menepis asumsi kawan – kawan yang akhir ini mempertanyakan terkait pemeliharaan sekolah kami, Alhamdulillah wali siswa pun ikut membantu untuk melanjutkan menambahkan lokal sekolah selama ini yang kurang dan bertahap membuat taman sekolah, mengecat lokal sekolah dan membenahi apa yang kurang di SDN 01 Sungai lilin. Bertahap dikit demi sedikit pembenahan sekolah dan lokal kami kurang Alhamdulillah segara di wujudkan, walaupun tidak bisa sekaligus di realisasikan semuanya, untuk tahap selanjutnya apa pun kekurangan sekolah saya berusaha semampu saya guna pembenahan sekolah,” terangnya.

Taman yang baru dan ditempatkan di depan halaman kantor selain membantu menciptakan lingkungan hijau, dengan adanya taman ini juga dapat memperindah sekolah ,” tutupnya. (Sadiman)

Kejari Muba Gelar Acara Dialog Interaktif Program Jaksa Menyapa Bertema Peran Kejaksaan Dalam PEN

Muba, Penasriwijaya.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Musi Banyuasin (Muba) menggelar dialog interaktif program Jaksa menyapa dengan tema “Peran Kejaksaan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Dampak Covid19”, bertempat di kantor Kejari Muba. Kamis (27/8/2020).

Sebagai Narasumber dalam giat program Jaksa menyapa ini iyalah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muba Suyanto, SH. MH., Kasi intelijen Kejari Muba Abu nawas, SH., Kasubsi Penyidikan Pidsus Kejari Muba Zid Muttaqin, SH., Kasubsi ekmon dan PPS, Jeri Kurniawan, SH., jaksa fungsional bidang intelijen KN Muba, Ade Rachmad Hidayat, SH, dan sebagai moderator RRI Palembang Nova.

Program jaksa menyapa ini mengggunakan aplikasi zoom
Bahwa KN. MUBA telah melaksanakan bermacam hal di masa Pandemi covid-19 terutama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Muba dengan cara mengawal Refocusing anggaran terkait yang ada di Kabupaten Muba, diantaranya, Dinas Kesehatan Kabupaten Muba dengan total anggaran Rp.41.947.354.584.-, Dinas Sosial Kabupaten Muba Rp.55.256.400.000.-, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mub, Rp. 74. 942.707.475.-.

Dalam giat tersebut Narasumber mensosialisasikan yang surat Jamintel No.B – 563/D/Dpp/04/2020 prihal pola koordinasi Bidang Intelijen dan datun dalam pengamanan/pendampingan refocusing anggaran covid-19.
2. SEJA No.7 tahun 2020 ttg juknis pelaksanaan Kegiatan pengamanan pembangunan strategis, 3. Surat Jamintel No B – 751/D/ Dip.4/07/2020 tanggal 1 Juli 2020, perihal koordinasi pelaksanaan tugas kejaksaan khususnya dalam hal Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak covid19.

Saat di bincangi awak media Kajari Muba Suyanto, SH.MH., didampingi Kasi intel Abu dan staf intel Jeri kurniawan, Ade Rahmat, Asroni, serta staf Pidsus Zit Mutaqin menjelaskan “bahwa pelaksanaan program Jaksa Menyapa ini merupakan upaya kami Kejaksaan mengajak segala lapisan agar semangat memulihkan Ekonomi Nasional Harapan kita khususnya di Kabupaten Muba Sumatera Selatan (Sumsel) umumnya agar segera keluar dari wabah covid-19.

“Untuk itu kita harus bahu membahu seluruh elemen masyarakat dalam pemulihan perekonomian Nasional, serta mewarning seluruh dinas instansi maupun Kepala Desa (Kades) dan masyarakat umumnya mari kita bersama – sama besatu padu agar selalu aktif dan ikut serta dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan banyak cara yang dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari – hari agar masyarakat terdampak Covid-19 ini bisa beraktifitas seperti biasa, tetap mengedepankan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah,” jelas Kajari Muba.

Kajari Muba juga mengatakan serta menyarankan agar anggaran OPD dan Dana Desa (DD) agar digunakan tepat sasaran, tepat guna dan sesuai dengan peruntukannya,” tegas Kajari Muba.

Kami akan mengawasi dan memantau seluruh penggunaan dana negara tersebut dan kepada masyarakat umum, mari kita bersama – sama menggalakkan kegiatan ekonomi yang berbasis kerakyatan,” pungkasnya. (Riil/SP@di)

Putra Daerah Lubuklinggau, Muratara Armen Wijaya, SH.MH., Menjabat Sebagai Kejari Gorontalo

Gorontalo, Penasriwijaya.com – Pelantikan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gorontalo bertempat di aula Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Senin (24/8/2020).

Sertijab Kejari Gorontalo dari Dr. Supriyanto, SH.MH., kepada Armen Wijaya, SH.MH., yang di dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo. Didik Istiyanta, dan acara berlangsung hikmad serta mengedepankan protokol kesehatan.

Adapun Dr. Supriyanto di mutasikan menjabat sebagai Kajari Kota Batu di Malang, sedangkan Kajari Baru Kabupaten Gorontalo diamanatkan kepada Armen Wijaya,SH.MH.,

“Sekilas profil karier Armen atau biasa disebut Memeng sapaannya adalah seorang putra asli Musi Rawas, Lubuklinggau, Muratara provinsi Sumatera Selatan. Beliau mulai berkarier di Panji Adhyaksa bermula diangkat CPNS di Kejari Lubuklinggau, dan terus berkarier diangkat Jaksa penempatan pertamanya di Kejari Batam dan kurang lebih 2 tahun dan promosi dengan jabatan Kasubsi di Pidum kejari Batam, dan tak lama kemudian dipromosi lagi diangkat menjadi Kepala Cabang Kejari Batam di Selat Panjang Kepulauan Riau, dengan dedikasi yang baik lalu di promosikan kembali menjadi Kepala Seksi Tindak Pidana Umum di Kejari Batam.

Dengan sosok yang loyalitas tinggi dan froposional bliau di mutasikan kembali ke kejati Sumsel dipercaya menjabat kasi TPUL dan kurang lebih 2 tahun bliau mutasi lagi menjabat kasi Narkoba di kejati Sumsel, seorang Armen wijayah yang dikenal banyak orang karena tidak pila pilih dalam membantu keluarga, sahabat, kolega dan semua orang ini dan dikenal juga ramatama dengan semua orang karier bliau terus merangkak naik dan cemerlang sekitar tahun 2018 bliau di promosikan menjadi Koordinator di Kejati Bengkulu, jabatan pun tidak genap dua tahun sebagai koordinator lalu sekira bulan juli 2020 bliau di promosikan kembali dan dipercaya oleh pimpinan untuk menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo.

Saat dibincangi oleh awak media Armen menyampaikan “bahwa bliau bersyukur karena dipercaya oleh pimpinan dengan jabatan ini, “wajib saya laksanakan dengan sebaik – baiknya dan penuh rasa tanggungjawab baik kepada Allah swt, institusi, pimpinan, bawahan, keluarga.
Berharap semoga amanah ini dapat saya emban dapat berjalan dengan baik sesuai harapan dan petunjuk pimpinan dan seimbang juga dengan harapan masyarakat dalam penegakan hukum. Dan bliau juga minta doa restu, dukungan dari semua pihak agar saya dan keluarga, seluruh jajaran Kejari kabupaten gorontalo selalu tetap sehat – sehat semangat tinggi karena saat pandemi covid 19 ini dan kami terhindar dari segala wabah penyakit ini,” ucapnya.

Di tempat tepisah keluarga, rekan Kerja Kasi Intelijen Kejari Muba Abu Nawas, SH., menyampaikan sebagai putra asli Musi Rawas, Lubuk Linggau dan Muratara ikut senang dan bangga pelantikan saudara Armen karena beliau merupakan putra terbaik yang berkarier di Kejaksaan, doa saya semoga beliau kedepannya bisa meneruskan generasi dari Almarhum Prof. Marwan Effendi yang dulu berkarier menjabat Jampidsus dan Jamwas di Kejaksaan Agung Republik Indonesia, ” harap Kasi Intel. (Riil/SP@di)

Mantan Kepala Puskesmas Ngulak Di Tahan Kejari Muba

Muba, Penasriwijaya.com – Mantan Kepala Puskesmas Ngulak Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Solihin (43) warga dusun 1 desa Toman kecamatan Babat Toman kabupaten Muba Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), telah diserahkan anggota unit Tipikor Kepolisian Resor (Polres) Mub ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Muba. Kamis (13/8/2020).

Tersangka Solihin telah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Karena tersangka, pada waktu itu menjabat sebagai kepala Puskesmas Ngulak Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Muba dan telah melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) /BPJS, dengan cara melakukan pemotongan uang jasa pelayanan Kesehatan milik ASN dan Honorer bulan Januari tahan 2018 yang dibagikan dalam setiap bulannya serta tersangka mengambil alih Tufoksi Bendahara dengan cara menyimpan uang tunai tersebut, menghitung dan membayar jasa pelayanan kesehatan, melakukan belanja operasional dan membuat SPJ dan dana Kapitasi JKN sehingga perbuatan tersangka merugikan keuangan Negara. Berdasarkan perhitungan BPKP perwakilan Sumsel kerugian negara sebesar Rp.238.627.746,-

Dapat kami sampaikan bahwa tersangka di sidik Polres Muba dan dilakukan penahanan, hari ini tersangka di serahkan ke Tim Jaksa Penuntut Umum bidang Pidsus Kejari Muba.

Penyerahan tersangka dan Barang (BB) tersebut di dampingi oleh pengacaranyq HJ.Nurmala dan tersangka akan di lakukan penahanan di Rutan selama 20 hari kedepan sejak tanggal 13 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 02 September 2020 sesuai surat SP HAN KAJARI MUBA No. PRINT-146/ L.6.16./Ft.1/08/2020, tersangka akan di titipan kelapas kelas II Sekayu.

Tersangka Solihin diduga melakukan tindak pidana dengan pasal 2 jo pasal 3 Uu RI No. 31/1999 dan telah dirubah dan ditambah dalam UU RI NO.20/ 2001 Tentang Tipikor, tersangka dibawa ke lapas Sekayu dikawal oleh tim intel dan didampingi tim Pidsus kKejari muba.

Hal itu di sampaikan Kajari Muba Suyanto, SH.MH., saat dibincangi awak media melalui Kasi Pidsus Arie Apriyansah, SH.MH., didampingi Kasi Intel Abu Nawas, SH. “Bahwa penahanan terhadap tersangka Solihin karena untuk mempermudah proses penanganan perkaranya.

Kasus Tipikor ini sidangnya jauh dipalembang, dikhawatirkan tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Dan tanggapan kasi intel kami selaku bidang intelijen wajib membackup tindakan bidang Pidsus dalam penegakan hukum, kami juga mengedepankan hak – hak tersangka dan praduga tidak bersalah serta wajib ngedepankan hati nurani. Dan kami menyarankan agar tim Penuntut Umum (PU) sesegera mungkin melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tipikor Palembang,” pungkas Kasi Intel. (Riil/SP@di)

Kasi Intel Kejari Muba Berikan Penyuluhan Penerangan Hukum Terhadap 76 Anggota Paskibraka

Muba, Penasriwijaya.com – Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin (Muba) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan penerangan hukum kepada anggota Paskibraka bertempat di Stabel Kuba Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba. Rabu (12/8/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muba, Suyanto, SH, MH., diwakili Kasi Intel Abu Nawas, SH., didampingi Ade Rahmat, SH., dan Asoni, SH., menerangkan terhadap 76 orang anggota Paskibraka Kabupaten Muba.

Adapun Materi disampaikan adalah Undang -undang No.16 tahun 2004 tentang Kejaksaan. UU No.35 tahun 2009 tentang Narkoba. PP No.23 tahun 2020 tentang program pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hadir dalam giat tersebut  PelatihPaskibraka Kabupaten Muba di wakili dari pihak Polres Muba dan Kodim 0401/Muba serta perwakilan Dispopar.

Kasi Intel Kejari Muba Abu Nawas SH., menyampaikan bahwa salah satu peran kejaksaan adalah turut serta dalam pengamanan dan penggalangan dari IPOLEKSOSBUDHANKAM, yang diaplikasikan saat ini dalam pelaksanaan kegiatan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (17/8/2020) mendatang.

Dalam kesempatan ini juga Kasi Intel Kejari Muba Abu Nawas SH., menghimbau para peserta yang semuanya adalah pelajar SMU itu untuk menghindari bahkan menjauhi Narkoba. Karena itu dapat merusak masa depan generasi muda.

Generasi muda anggota Paskibraka ditekankan untuk ikut serta pemulihkan Ekonomi Nasional (PEN) dalam perannya sebagai pemuda dengan cara mengajak masyarakat mendukung program pemerintah, mensosialisasikan secara bersama – sama untuk memutuskan mata rantai covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kehidupan sehari -hari. Bahwa dalam keadaan bagaimanapun perekonomian bangsa kita harus berjalan, pembangunan pemerintah harus terlaksana dengan baik dan tepat sasaran, proses belajar mengajar harus berlangsung dan penegakan hukum harus sesuai aturan yang ada, tetapi semua itu harus diterapkan dengan protokol kesehatan,” sampai Kasi Intel.

Lanjut, Tujuan dan harapan menurut Kasi Intel “bahwa semoga generasi penerus bangsa dalam hal ini anggota Paskibraka agar mengenal tufoksi kejaksaan, ikut serta membantu pemerintah dalam pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), menjauhi segala bentuk Narkotika, mengajak semua lapisan untuk membantu gugus tugas covid-19 dalam memutus rantai dan membangun semangat pemuda untuk kembali semangat guna menggapai cita – cita, serta jangan minder dengan keterbatasan yang dimiliki, tapi siapkan diri dengan Skil. Asa kemampuan dan keterampilan, serta di barengi dengan ilmu agama,” pungkas Kasi Intel. (Riil/SP@di)

Kasi Intel Kejari Muba : Jangan Mencari Kesempatan Mendapat Keuntungan Dari Dana DAK, BOS Karena Itu Uang Negara

Muba, Penasriwijaya.com – Kepala Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin (Kajari Muba) Suyanto, SH.,MH., diwakili Tim Intelijen yang dikomandoi oleh Kasi Intel Kejari Muba Abu Nawas, SH., dan Kasubsi Ekmon, keuangan dan PPS melaksanakan kegiatan penerangan dan penyuluhan hukum bertempat di aula SD Negeri 02 Kecamatan Lais Kabupaten Muba. Senin (10/8/2020).

“Adapun materi yang disampaikan adalah tentang peran kejaksaan dalam pengamanan dan pendampingan anggaran Covid-19 serta pengawasan dalam penanganan covid-19, menghadapi tantangan New Normal. Kedua Penerima dana DAK, dan Ketiga penggunaan dan penyaluran dan BOS oleh masing – masing sekolah dari SD, SMP di Kabupaten Muba.

Hadir dalam giat tersebut, Kepala dinas (Kadis) Dikbud Kabupaten Muba, Musni W, S.sos. Msi., dan diikuti para pada diknas Kabupaten Muba, Korwil III Dikbud Kabupaten Muba, Zulkarnaen, kepala sekolah SD dan SMP Se – Kecamatan Lais Kabupaten Muba, peserta penkum kurang lebih 48 orang.

Di dalam penyuluhan tersebut kasi intelijen mengajak seluruh lapisan baik kepala sekolah SMP dan SD, guru, agar mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah gunanya untuk membantu tim medis memutuskan rantai penyebaran covid-19 khususnya di wilayah kabupaten Muba.

Selanjutnya mewarning kepada para kepala sekolah disaat pandemi ini. Jangan mencari kesempatan untuk mendapat keuntungan dari dana DAK dan dana BOS karena itu adalah uang negara, artinya setiap uang negara yang keluar, wajib ada pertanggung jawaban secara benar sesuai dengan peruntukannya,” tegas Kasi Intel.

Kemudian saat pandemi covid-19 para guru dan pendidik wajib terus melaksanakan proses belajar dan mengajar dengan Daring dan Luring karena apapun keadaannya anak didik wajib memperoleh haknya mendapat pendidikan formal dan non formal,” jelas Kasi Intel Kejari Muba.

“Kepala sekolah wajib bersinergi dengan segala lapisan baik para guru, komite, murid serta siswa, media dan tokoh masyarakat agar terjalin komunikasi yang harmonis demi tercapai cita – cita bangsa untuk memajukan kesejateraan umum dan mencerdaskan anak – anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan yang abadi,” pintah Kasi Intel.

Dengan harapan terlaksananya penkum dan Luhkum ini untuk cegah dini kebocoran – kebocoran uang negara, baik dana DAK, BOS atau dana lainnya yang disalurkan ke sekolah – sekolah baik SD maupun SMP di kabupaten Muba,” pungkasnya.

Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. (Ril/SP@adi)

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Resmi Di Tahan Kejari Muba

Muba, Penasriwijaya.com – Tipikor Sat reskrim Polres Musi Banyuasin (Muba) dalam pres releasenya telah menyerahkan berkas tahap II ke Kejaksaan Negeri Sekayu. Kasus yang menyeret mantan kepala dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Pengairan Kabupaten Muba, inisial ZA secara resmi sudah ditahan Kejaksaan Negeri Muba Kamis (6/8/2020).

Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung serba guna di Kelurahan Kayu Are, Kecamatan Sekayu Muba ini ditahan setelah Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Muba melakukan pelimpahan berkas perkara tahap II yakni penyerahan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Muba.

Kepala Kejaksaan Negeri Muba, Suyanto SH., melalui Kasi Pidsus Arie Apriansyah SH., mengatakan “pihaknya telah menerima tersangka dan barang bukti dari penyidik Polres Muba terkait kasus dugaan tidak pidana korupsi pembangunan Gedung Serba Guna Sekayu tahun anggaran 2015.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kita melakukan penahanan terhadap tersangka ZA di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sekayu. Penahanan dilakukan selama 20 hari kedepan terhitung hari ini,” ujar Arie didampingi Kasi Intel Abunawas SH.

Ditahannya tersangka, sambung Arie, dikarenakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) memiliki berbagai pertimbangan, diantaranya terkait proses sidang. “Tersangka berdomisili di Sekayu, sedangkan sidangnya nanti di Palembang. Jadi kita tahan untuk mempermudah proses persidangan. Ada kemungkinan juga selama proses sidang, tersangka dipindahkan ke Rutan Pakjo Palembang,” beber dia.

Adapun pasal yang disangkakan terhadap tersangka yaitu Primer Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 UU No.20 tahun 2001 Jo UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak Pidana Korupsi. “Subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 20 tahun 2001 Jo UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegas dia.

Sementara itu, Wakapolres Muba, Kompol Irwan Andeta, mengatakan ”kasus ini bermula pada 2015 Dinas PUCK Muba melakukan kegiatan penyelesaian Gedung Serba Guna Sekayu menggunakan dana yang bersumber dari APBD 2015 sebesar Rp 29.925.000.000.

“Selanjutnya pada 2016 dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh Unit Tipikor Polres Muba. Selanjutnya ditetapkan empat tersangka yakni Deddy Adrian selaku KPA dan PPK, Januarizkhan selaku kontraktor, Harisandy selaku kontraktor, dan Adriansyah selaku kontraktor. Keempatnya sudah menjalani persidangan dan saat ini telah divonis,” jelas dia.

Lanjut “pada 2019 menindaklanjuti fakta – fakta persidangan dari keempat terpidana, tim penyidik Tipikor Polres Muba melakukan penyidikan lanjutan dan menetapkan ZA selaku pengguna anggaran (PA) sebagai tersangka.

“Pada 5 Mei 2020, berkas tersangka dinyatakan P-21 atau lengkap oleh JPU Kejaksaan Negeri Muba. Namun karena ada wabah Covid-19, baru hari ini dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka,” tandasnya.

Sekedar informasi, berdasarkan hasil audit dari BPK RI dari kegiatan pembangunan Gedung Serba Guna di Kelurahan Kayu Are, Kecamatan Sekayu, Muba Tahun Anggaran 2015, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 3.286.850.679.

Adapun keempat terpidana pembangunan GSG telah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang. Dimana Deddy Adrian mantan Kabid Bangunan PUCK Muba divonis 4 tahun penjara, pidana denda sebesar Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Serta membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 700 juta, jika tidak diganti pidana penjara selama 3 tahun.

Lalu, Januarizkhan divonis 7 tahun penjara denda sebesar Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan dan membayar UP sebesar Rp 1.580.900.679,39, jika tidak diganti pidana penjara selama 5 tahun. Sedangkan Harisandy dan Adriansyah masing – masing dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, denda sebesar Rp 200 juta, subsider 3 bulan kurungan ( Sadiman )

Kasi Intel Kejari Muba, Abu Nawas SH., Terangkan Materi Di Giat Penyuluhan Hukum

Muba, Penasriwijaya.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Musi Banyuasin (Muba) melaksanakan kegiatan penerangan penyuluhan hukum bertempat di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (Dikbud) Kecamatan Babat Toman Kabupaten Muba. Rabu (5/2/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muba Suyanto, SH., MH., melalui tim Intelijennya yang di komandoi oleh Kasi Intel Kejari Muba, Abu Nawas SH., dalam penyampaian materinya mengatakan,” yang pertama peran kejaksaan dalam pengamanan dan pendampingan anggaran Covid-19 dan pengawasan dalam penanganan covid-19 serta menghadapi tantangan New Normal, kedua penerima dana DAK, Ketiga penggunaan dan penyaluran dan BOS oleh masing – masing sekolah dari SD dan SMP di Kabupaten Muba.

Dalam penyuluhan tersebut intel Kejari Muba Abu Nawas SH., mengajak seluruh lapisan baik kepala sekolah SD dan SMP, guru, agar mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah guna untuk membantu tim medis dalam memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 khususnya di wilayah Kabupaten Muba.

Kasi Intel mewarning kepada para kepala sekolah disaat pandemi ini jangan mencari kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari dana DAK dan dana BOS karena itu adalah uang Negara, artinya setiap uang negara yang keluar, wajib ada pertanggung jawaban secara benar sesuai dengan peruntukannya,” tegas Kasi Intel.

Kemudian lanjut Kasi Intel, saat pandemi para guru dan pendidik wajib terus melaksanakan proses belajar dan mengajar dengan Daring dan Luring karena apapun keadaannya anak didik wajib memperoleh haknya, mendapat pendidikan formal dan Non formal,” terang Kasi Intel.

Dan para kepala sekolah wajib bersinergi dengan segala lapisan baik para guru, komite, murid/ siswa, media dan tokoh masyarakat agar terjalin komunikasi yang harmonis demi tercapai cita – cita bangsa untuk memajukan kesejateraan umum dan mencerdaskan anak – anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan yang abadi.

Dengan harapan terlaksananya penkum dan luhkum ini untuk mencegah dari dini, kebocoran – kebocoran uang negara yang disalurkan ke sekolah – sekolah baik SD maupun SMP di kabupaten Muba,” harap Kasi Intel Kejari Muba.

Giat tersebut dihadiri oleh Kajari Muba Suyanto, SH., diwakili Kasi Intel Kejari Muba, Abu Nawas SH., Kepala Dikbud Kabupaten Muba, Musni W, S.sos. Msi., diikuti oleh staf diknas Kabupaten Muba, Korwil III Dikbud Kabupaten Muba, Zulkarnaen, serta para kepala sekolah SD dan SMP di wilayah Korwil III terdiri dari Kecamatan Babat Toman, Kec. Sangga desa, Kec. Lawang Wetan. Peserta penkum kurang lebih dari 45 orang.

Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. (Ril/SP@di)

Cucu Kandung Tega Gorok Neneknya Sendiri Hingga Leher Nyaris Putus

Muba, Penasriwijaya.com – Naas nian nasip nenek berinisial MA (70) meninggal dunia di duga telah di gorok cucu kandungnya sandiri. Peristiwa yang terjadi di RT.02, RW.08, dusun Teluk Kemang Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Senin (15/6/2020).

Hal itu sangat menggemparkan warga sekitar, Karna MA dibunuh oleh cucu kandungnya sendiri Haryadi alias Adi, (24) hingga leher nyaris putus. serta membacok kepala bagian depan dengan sebilah parang (pisau pemotong daging) yang menyebabkan korban meninggal dunia ditempat.

“Pelaku merupakan cucu korban sendiri itu yang tinggal dalam satu rumah dan pada saat itu korban serta ibu pelaku juga adik perempuan pelaku bersama – sama sedang berada di dalam rumah, kemudian Murni ibu pelaku keluar kedepan halaman rumah untuk melihat tanaman pisang yang dimakan kambing.

Tak berselang lama sekitar 15 menit Murni ibu pelaku mau masuk kedalam rumah ketemu degan pelaku di depan pintu masuk rumah dalam keadaan tangan kanan pelaku berlumuran darah dan memegang sebilah parang sehingga ditanya oleh Murni ibu pelaku, “ada masalah apa nak, tangan kamu banyak darah dan dijawab oleh pelaku “ada kambing masuk rumah mak”, lalu parang yang ada ditangan pelaku di ambil oleh Murni ibu pelaku dan langsung masuk kedalam rumah, saat itu dilihat oleh Murni ibu pelaku korban dalam keadaan telungkup dengan muka menyentuh lantai kondisi leher berlumuran darah dan sudah meninggal dunia,” ungkap Murni ibu pelaku.

Selanjutnya Murni ibu pelaku berteriak minta tolong tetangganya dan pelaku pun berusaha melarikan diri.

Kapolres Muba AKBP Yudi Surya Markus Pinem Sik., melalui Kapolsek Sungai Lilin AKP Hernando SH., didampingi Kanitres IPTU Susilo SH., mengungkapkan. “Sesaat setelah kejadian, warga menghubungi pihak kepolisian yang ada di Pospol pasar yang kemudian polisi dibantu warga mengamankan pelaku yang belum jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara), tanpa perlawanan pelaku berikut barang bukti diamankan di Polsek sungai lilin untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

Jenazah korban masih di RSUD Sungai Lilin sementara pelaku belum diketahui secara pasti motifnya hingga pelaku tega menghabisi nyawa sang nenek sendiri.( Sadiman )

Jalan Penghubung Ke Lalan Musi Banyuasin Terancam Putus

Banyuasin, Penasriwijaya.com – Kondisi jalan di Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin yang menghubungkan jalan ke Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin  terancam putus.

Dari pantauan awak media melihat kerusakan dan kondisi jalan poros menghubungkan di dua Kecamatan nampak sangat parah, berlubang, berlumpur  serta di genangi oleh air apabila hujan, sehingga masyarakat di dua Kecamatan Tungkal Ilir dan Kecamatan Lalan terancam kesulitan untuk melintasi jalan tersebut. Jalan tersebut adalah satu – satunya akses jalan darat keluar masuk dari kecamatan maupun Kabupaten.

“Kita Sangat mengeluhkan kondisi jalan yang mengalami rusak parah, berlubang, becek dan berlumpur bagaikan kubangan kerbau, kata Sumardi warga setempat kepada  Penasriwijaya.com. Jumat (29/5/2020).

Sumardi juga menyebutkan, kondisi jalan ini semakin parah karena kerusakan ini kurang lebih hampir satu bulan, ditambah lagi pada saat ini lagi musim penghujan.”Seandainya ada perhatian dari Pemerintah maka parahnya tidak akan seperti ini,” ungkapnya.

Meski demikian, jalan ini tetap ramai dilewati masyarakat. Kalau kita ada urusan penting apapun yang terjadi tetap melintasi jalan yang rusak. Apalagi jalan ini untuk lintas mengeluarkan hasil kebun sawit “Coba lihat ini pak” mobil tidak bisa bergerak,” tuturnya.

“Nah, mirisnya lagi nanti pak” kalau tidak segera di perbaiki kerusakan jalan ini, kasihan  anak – anak nanti mulai masuk sekolah baik SMPN dan SMAN harus melalui jalan yang rusak seperti ini. Semoga, pemerintah Kabupaten Banyuasin dan DPRD Banyuasin melihat keadaan ini  dan segera melakukan perbaikan jalan tersebut,” harap Sumardi

Selain itu di tempat yang sama  Senanda di ungkapkan oleh Herman (40) sopir truk,mengatakan,” kerusakan jalan poros Kecamatan Tungkal Ilir  sangat parah. Ada beberapa titik kerusakan jalan hingga ke dalam Desa Sidomulyo.

“Kami bingung mau lewat jalan mana lagi karena ini satu – satunya akses jalan darat yang bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat dan kami berharap kepada pemerintah terkait baik Pemerintah kecamatan Tungkal Ilir maupun pemerintah  Kabupaten Banyuasin untuk segera mungkin melakukan upaya perbaikan jalan tersebut sehingga kerusakan jalan tidak Semakin bertambah parah lagi,” tutupnya penuh harap.

Sementara itu hingga berita ini diterbitkan oleh media ini, dari pihak pemerintah Kabupaten yang bersangkutan maupun Kecamatan belum ada yang bisa di hubungi dan di mintai keterangan sehingga berita yang di sajikan berimbang. ( Sadiman )