Untuk Permudah Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pangan Sekda Resmikan TTIC Kab.OKU

OKU, Penasriwijaya.com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs. H. Kuryana Azis, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) OKU, Dr. Drs. Ir. H. Achmad Tarmizi, S.E., M.T., M.Si., M.H., meresmikan Toko Tani Indonesia Centre (TTIC), Taman Botani Pangan, dan Bazar Murah Dinas Ketahanan Pangan bertempat di halaman kantor dinas Ketahanan Pangan, Selasa (15/09/2020).

Kementerian Pertanian terus mengupayakan kemudahan distribusi pangan melalui pasar mitra tani/TTIC terlebih pada saat Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kabupaten OKU, Ir. Supriyono, M.Si., melaporkan TTIC, bazar pangan untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau dan berkualitas. TTIC bisa menjual dengan harga murah dan berkualitas, karena didatangkan langsung oleh Gapoktan. Selain itu juga untuk mengantisipasi disparitas harga, sehingga petani dapat memperoleh banyak keuntungan.

Untuk taman botani pangan, DKP Kabupaten OKU memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami berbagai komoditi sayur dalam pemenuhan kebutuhan pangan,” sampainya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diwakili Nasrathul Auda mengapresiasi terhadap Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten OKU dengan Gapoktan dan Poktan yang telah melaksanakan gelar pangan murah yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat membeli bahan pangan sesuai kebutuhhan dengan harga murah dan berkualitas.

Komoditi bahan pangan yang dijual di TTIC adalah kebutuhan pokok sehari – hari, antara lain beras. daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabe, dan tepung.

Nasrathul menambahkan launching TTIC, peresmian taman botani pangan serta gelar pasar murah Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten OKU dapat mengendalikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan pokok di Kabupaten OKU.

Jumlah TTIC di Sumatera Selatan sampai saat ini berjumlah 7 unit, yaitu Muba, OKI, OKUT, Lubuk Linggau, dan Muara Enim. Sedangkan TTIC berjumlah 407 toko dari pensuplay 144 PUPM,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda OKU dalam sambutannya mengatakan “kegiatan ini merupakan bagian dari aktualisasi program nasional ketahanan pangan melalui kegiatan pasar mitra tani mempercepat penyaluran berbagai komoditas pangan dari kelompok tani.

Pasar mitra tani diharapkan dapat mempercepat penyerapan berbagai komoditas pangan kelompok tani, sehingga masyarakat dapat memperoleh pangan yang berkualitas dengan harga murah dan terjangkau, media penasaran bagi kelompok tani, serta dapat memotong rantai pasokan pangan,” ucap Sekda.

Lanjut, selain pasar mitra tani, juga dilaksanakan bazar pangan dan launching taman botani pangan dapat memberikan penguatan ketahanan pangan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang produk olahan pangan dan jenis tanaman yang memiliki nilai komersil tinggi yang dapat dibudidayakan di lahan pekarangan,” terangnya.

Lebih lanjut, Sekda mengatakan kepada peserta bazar pangan, terus melakukan inovasi terhadap olahan pangan, sehingga dapat menberikan kontribusi bagi perekonomian Kabupaten OKU.

Pemerintah Kabupten OKU mengucapkan dan mengapresiasi kepada dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel yang telah memberikan kepercayaan kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten OKU untuk melaksanakan bazar pangan,” tukasnya.

Turut hadir dalam acara ini OPD dan Kabag Terkait, dan undangan lainnya. (SP@di)

Gubernur Sumsel Kunker Panen Padi Perdana Berikan Bantuan Pembangunan Masjid Al-Ikhlas Desa Tangsi Lontar

OKU,Penasriwijaya.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru, S.H., kunjungan kerja (Kunker) ke desa Lontar Kecamatan Muara Jaya Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU),

Kedatangan Gubernur Sumsel H. Herman Deru, S.H., didampingi Bupati OKU, Drs H.Kuryana Azis.,
dan Forkopimda OKU, ke desa Lontar itu iyalah, guna memanen padi sawah perdana. Selain melakukan panen perdana padi sawah juga memberikan bantuan pembangunan Masjid Al-Ikhlas di desa Tangsi Lontar Kecamatan Pengandonan, Minggu (06/09/2020).

Pada kesempatan itu juga, selain melakukan panen perdana padi sawah Gubernur Sumsel H. Herman Deru, S.H., mengadakan silaturahmi terhadap warga masyarakat desa Tangsi Lontar Kecamatan Pengandonan, sekaligus juga memberikan bantuan sumbangan pembangunan masjid Al-Ikhlas senilai 165 Juta Rupiah, yang merupakan hasil sumbangan dari pribadi Gubernur sebesar 50 Juta Rupiah serta sumbangan donatur lainnya, antara lain dari anggota DPR RI Percha Lean Puri, Bupati OKU, Forkopimda OKU dan beberapa OPD Provinsi maupun Kabupaten OKU.

Kehadiran Gubernur Sumsel didampingi Bupati OKU dan Forkopimda OKU dan pimpinan OPD disambut hangat oleh warga desa Tangsi Lontar.

Pengurus Masjid Al-Ikhlas mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel yang telah memberikan bantuan untuk pembangunan masjid di desa Tangsi Lontar ini. Semoga bantuan ini dapat membantu pelaksanaan pembangunan Masjid Al-Ikhlas ini dan untuk digunakan dengan sebaik – baiknya.

Pembangunan Masjid Al-Ikhlas ini pelaksanaannya sempat tertunda beberapa tahun yang lalu, dikarenakan anggaran tidak mencukupi. Pada tahun ini pelaksanaan pembangunan dilanjutkan kembali dan baru sekitar 40 persen proses pembangunan,” ucap pengurus Masjid Al-Ikhlas.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru, S.H., M.M., dalam kata sambutannya mengatakan “setelah selesai pembangunan masjid Al-Ikhlas ini, agar masjid jangan di kunci seperti sering di jumpai di beberapa tempat lain, sehingga fungsi masjid berkurang artinya, dan juga orang jadi sulit untuk melaksanakan sholat di masjid. Sebaliknya masjid harus dipergunakan oleh seluruh warga masyarakat untuk melaksanakan sholat berjemaah dan kegiatan lain dibidang sosial keagamaan lainnya,”, kata Gubernur Sumsel.

“Diharapkan, kepada masyarakat desa Tangsi Lontar untuk saling bahu membahu dan gotong – royong, sehingga Masjid ini dapat digunakan secepatnya oleh masyarakat untuk memakmurkan Masjid,” harap Gubernur Sumsel.

Lanjut, disamping itu juga dipersiapkan rumah tahfidz, TPA dan TPQ yang selaras dengan program Gubernur Sumsel satu desa/kelurahan satu rumah tahfidz, sehingga dapat membebaskan buta aksara Al-quran,” pungkasnya.

Hadir pada acara ini Ketua DPRD, Kapolres OKU, Dandim 0403/OKU, Asisten I, OPD, Muspika Pengandonan, dan warga masyarakat Desa Lontar. (SP@di)

Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis Mengukuhkan Kepengurusan Asosiasi UPPB

OKU, Penasriwijaya.com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs. H. Kuryana Azis, mengukuhkan kepengurusan asosiasi Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB) Kabupaten OKU periode 2019-2023, bertempat di pendopo rumah dinas Bupati, Senin (20/07/2020).

Kepala Dinas Pertanian OKU Joni Saihu, S.P., M.Si., dalam laporannya mengatakan “sektor pertanian di kabupaten OKU masih di dominasi sub sektor perkebunan dengan komoditi terbesar adalah perkebunan karet dan sawit. Berdasarkan data BPS, luas perkebunan karet rakyat kurang lebih 74.000 ha yang terdiri dari TBM, TM, dan tanaman tidak produktif.

Kita merasakan harga komoditi karet mulai dari tahun 2013 terus mengalami penurunan.
Untuk mengatasi hal tersebut, maka kita harus mencari cara untuk meningkatkan harga jual, adalah dengan membentuk kelompok – kelompok petani karet salah satunya adalah UPPB yang dapat dijadikan sebagai tempat bintek, pengolahan, pengumpulan sementara dan pemasaran bokar.

UPPB yang sudah terbentuk saat ini berjumlah 17 UPPB dengan jumlah anggota 1.941 orang dan luas lahan karet 3.077 ha yang tersebar di 8 kecamatan dari 13 kecamatan.

Kadin Pertanian juga mengatakan “tanggal 28 Februari 2020 yang lalu, telah dilakukan pemilihan kepengurusan UPPB tingkat kabupaten OKU periode 2019-2023 terpilih sebagai ketua Asrul Edi dilengkapi dengan bidang – bidang lainnya,” sampainya.

Di kesempatan itu, Ketua UPPB OKU terpilih Asrul Edi mengucapkan terima kasih kepada Bupati OKU dan dinas terkait atas pengukuhan UPPB ini.

Pada kesempatan ini juga ketua dan pengurus UPPB kabupaten OKU mendorong petani karet untuk bergabung dalam UPPB agar terhindar dari praktek manipulasi harga, yang merugikan petani serta mendukung arah dan kebijakan Bupati OKU dalam menjalankan program pembangunan terutama dalam sektor pertanian dan perkebunan untuk kesejahteraan rakyat Kabupaten OKU terutama sektor perkebunan karet,” ucapnya.

Dalam penyampaian sambutannya Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis mengapresiasi atas pembentukan asosiasi UPPB ini, karena asosiasi ini membuktikan komoditi karet masih eksis meskipun harganya sangat fluktuatif, namun prospek bahan olahan karet masih cukup tinggi.

Ditinjau dari potensi dan proyeksi luasan tanam karet yang ada di kabupaten OKU sekitar 72.000 ha diyakini agro industri karet memiliki prospek yang besar untuk menjadi keunggulan daerah.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan “peran agro industri sebagai suatu kegiatan ekonomi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, terutama sektor pertanian yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Kepada asosiasi UPPB yang dibentuk dengan jumlah anggota sebanyak 1.941 orang dari 17 UPBB yang ada di kabupaten OKU kiranya dapat mendorong penguatan komoditi karet, yang saat ini mencapai produksi bahan olah karet (bokar) sebesar 310 ton per minggu,” jelas Bupati OKU.

Hadir pada acara ini Asisten I, Pertanian, Perikanan, Ketahanan Pangan, DLH, Kabag SDA, Kabag Ekonomi, dan Kabag Kerjasama Setda OKU. (SP@di

Kementrian Tinjau langsung Kondisi Lahan sawah Oplah

Banyuasin, Penasiwijaya.com – Menindaklanjuti usulan petani di 21 desa tepatnya di Kecamatan Rantau Kabupaten Banyuasin guna untuk meningkatkan hasil produksi lahan persawahan, Kemeterian Pertania meninjau langsung kondisi lahan sawah yang akan diperuntukan masuk Program Optimalisasi Lahan (Oplah).

Kementrian Pertanian diwakali Ditjen perlindungan dan Perluasan Lahan PSP. RI Erwin Noorwibowo, STP., meninjau lahan pertanian di desa Semuntul dan Sungai Pinang, Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, Kamis (2/7/2020).

Erwin menuturkan PH disini sangat mendukung untuk program (Oplah) dan merupakan jawaban dari ketersediaan serta ketahanan pangan Indonesia di masa depan. Salah satu cara mengelola lahan rawa dalam upaya meningkatkan produktivitas dan Indeks Pertanaman (IP) adalah optimasi lahan rawa. Kecamatan Rantau Bayur memiliki potensi lahan rawa seluas 10.820 hektar (ha),” kata Erwin.

Hal tersebut juga mencakup perbaikan infrastruktur saluran air ke sawah, serta ekstensifikasi lahan melalui cetak sawah baru.

“Namun, tidak dipungkiri terdapat banyak kendala dalam mewujudkan hal tersebut, seperti rendahnya kesuburan lahan, tingginya kemasaman tanah, serta rezim air yang fluktuatif namun di lahan sawah di Kecamatan, Rantau Bayur ini sangat bagus dijadikan Optimasi Lahan Rawa (Oplah) yang sudah masuk dalam katagori Kelola.

“Kedatangan Dirjen Kementrian Pertanian Tanaman Pangan RI ini merupakan tindaklanjut dari usulan 21 desa di Kecamatan, Rantau Bayur Kab,Banyuasin beberapa waktu yang laludari 21 Desa yang sudah masuk, dalam katagori kelola, 2020/2021 hanya 14 Desa sedangkan 7 Desa yang lainya lagi diusulkan, saat rapat Audiensi di Hotel Santika Primer Palembang Selasa 1 Juli 2020 yang dihadiri 14 Kepala Desa dan Camat Rantau Bayur Hasanul Hak,Tim Distan Provinsi Sumatra Selatan dan Distan Kabupaten Banyuasin.

Terpantau Ditjen perlindungan dan Perluasan Lahan PSP. RI Erwin Noorwibowo, ST., berserta rombongan sangat bersemangat melihat betangan ratusan lahan perswahan yang sangat potensial dapat dioptimalkan dan diyakani dapat mensejaterakan petani ketika program oplah telah terealisasi.

Selain camat Ratau Bayur turut serta 14 kepala desa di Kecamatan Rantau Bayur mendampingi, meninjau lokasi lahan di Desa Semuntul dan Sungai Pinang. ( Sadiman )

Bupati OKU, Hadiri Acara Serasi Desa Kedaton Timur Dusun Talang Jipang Kec. Kedaton Peninjauan Raya

OKU, Penasriwijaya.com Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs.H.Kuryana Azis. menghadiri acara Penanaman Perdana SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) Kabupaten OKU, yang bertempat di desa Kedaton Timur Dusun Talang Jipang Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya Kamis, (5/12/2019).

Dalam laporannya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU, Joni Saihu SP M.Si., menyampaikan “kegiatan Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) ini adalah program unggulan dari Kementerian Pertanian yang dilaksanakan tahun 2019 ini dalam rangka meningkatkan produksi padi dengan memanfaatkan potensi lahan rawa.

Memang banyak kendala yang di hadapi petani dalam mengembangkan pertanian padi di lahan rawa ini terutama dari sisi perairan karena air yang tergenang di areal ini harus di keluarkan dan melalui kegiatan serasi ini kita telah membuat kanal2 atau siring dengan tujuan pembuangan air dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi hujan sehingga tidak menimbulkan genangan air dengan pengelolaan air yang lebih baik, harapannya, sawah rawa bisa digarap sepanjang tahun, baik musim kemarau maupun musim hujan. Dengan begitu, petani tidak hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun, tetapi dua atau tiga kali setahun, disamping itu kendala yang lain adanya tingkat keasaman tanah yang masih sangat tinggi oleh karena itu melalui program Kementerian Pertanian memberikan bantuan Dolomit atau Kapur Pertanian sehingga keasaman tanah dapat di kurangi.

Fokus kegiatan yang dilaksanakan pada Program SERASI ini meliputi perbaikan infrastruktur jaringan tata air, tanggul, jalan usaha tani, pintu air, pompanisasi, alsintan, dan saprodi serta escavator. Dengan Program SERASI diharapkan mampu menjadikan lahan rawa pasang surut sebagai lumbung pangan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Mewakili kelompok tani, Wasjud menyampaikan ucapan terima kasih atas segala dukungan dan bantuannya yang sangat baik untuk mengantar kami sebagai kelompok tani untuk mulai bangkit dan semoga dapat berkembang dan maju sebagai petani yang berhasil. Satu harapan kami semoga dengan program SERASI ini kesejahteraan petani dapat lebih meningkat.

Sementara Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada masyarakat kelompok tani Desa Kedaton Timur atas peran aktifnya mensukseskan program SERASI.

“Alhamdulillah lahan ratusan hektar ini yang dulunya dipenuhi semak belukar dan kayu gelam dirubah menjadi lahan persawahan. Jalur irigasinya pun tertata rapi disekitar lahan. Inshaallah hasil kerja masyarakat ini kelak akan dirasakan warga setempat dengan hasil tanamannya. Pendampingan pemerintah kabupaten OKU dan instansi terkait pun akan selalu berjalan demi tercapainya tujuan program SERASI yaitu selamatkan rawa sejahterakan petani.

Untuk di OKU dialokasikan 300 Hektar, yang tersebar di kecamatan Kedaton Peninjauan Raya dan Sinar Peninjauan.

Keberhasilan program pengembangan lahan rawa ini harus didukung, tidak hanya pengelolaan secara fisiknya saja, namun juga harus didukung oleh proses pengawalan dan pendampingan yang baik. Oleh karena itu dibutuhkan sistem pengendalian yang baik pula, sehingga mutu kegiatan dapat terkontrol dan output, serta sasaran program dapat tercapai.

Dan dilanjutkan penanaman padi perdana yang dilakukan oleh Bupati OKU, Drs.H.Kuryana Azis beserta yang mewakili Forkopimda OKU.

Selepas acara, Bupati OKU dan rombongan melanjutkan ke Pondok Pesantren An Nur Desa Kedaton Kec. Kedaton Peninjauan Raya dalam Acara Silaturahmi ke Ponpes An Nur desa Kedaton meninjau gedung kelas dan asrama santri yang telah selesai dibangun serta bersilaturahmi dengan pengurus yayasan pondok pesantren An Nur desa kedaton.

Hadir pada acara ini Wakil Ketua DPRD, Mewakili FORK OPD, Kepala BPS OKU, Kabag, Camat, Kepala Desa, dan undangan lainnya. (SP@di)

Konsultan Pertanian Propinsi Sumsel Bersama Awak Media

Banyuasin, Penasriwijaya.com – Suasana Keakraban begitu dirasakan oleh beberapa awak media bersama konsultan pertanian provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Sabtu (16/11/2019).

Dalam acara berlangsung sederhana, namun dengan adanya diskusi – diskusi ringan antara para pemburu kabar dengan Konsultan pertanian Sebuah diskusi ikhwal sistem pengelolaan program serasi khususnya di Kabupaten Banyuasin, baik seputar tahapan pelaksanaan rehab pembangunan parit tersier dan pembangunan box bagi pasca pelaksanaan serasi.

Dalam pelaksanaan program serasi, Konsultan kementerian dinas Pertanian provinsi Sumsel Ateng Kurnia M.Eng menyampaikan, pihak beserta jajarannya sengaja menjalin hubungan yang harmonis dengan insan pewarta yang ada di provinsi Sumsel. Pasalnya di antara dua institusi yang berbeda tersebut memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kerjasama dalam program serasi khususnya di wilayah Kabupaten Banyuasin.

“Sengaja kami ingin menjalin sinergitas dengan insan pers.Karena kami menyadari adanya saling ketergantungan satu dengan yang lain”, hal itu dikatakan di hadapan beberapa wartawan baik media cetak, ciber dan elektronik.

Dirinya mengharapkan “Program serasi yang sedang berjalan ini, dapat menanam padi 3 kali dalam satu tahunnya. Mulai dari IP 100,200, karena IP 200 yang selama ini cuma dapat separuh dari IP 100 paling tidak sama dengan yang IP 200 selanjutnya bisa ke IP 300 kenapa selama ini kelemahan yang ada mengenai Sistem sirkulasi air yang menjadi kendala petani yang mengakibatkan masa tanam serta hasil tanaman padi petani kurang memuaskan”, terangnya.

,”Lanjut dengan adanya giat serasi ini merupakan salah satu solusi yang ada. Sehingga program tersebut dapat dikelolah dengan baik agar mereka bisa menanam 3 kali paling tidak satu tahun sehingga pendapatan mereka yang biasanya cuma 4 ton/hektar sampai 5 ton dalam setahun di harapkan dengan berjalannya serasi bukan hanya 5 sampai 10 ton akan Tetapi mampu sampai 15 ton,” ucapnya.

,”Harapan Pak Ateng”.Sapaan akrabnya sehari – hari yang kedua mereka mau menjaga dan memelihara apa yang sudah dibangun selama ini,bangunan saluran itu tidak lagi di telantarkan yang selama ini menganggap bahwa Pekerjaan serasi yang telah ada dapat di pelihara layaknya milik petani sendiri,” tuturnya.

Sehingga manfaat kegiatan swakelola UPKK termasuk kades itu bisa mengayomi masyarakat dengan kegiatan yang ada sekarang juga termasuk penyuluh pertanian agar lebih aktif lagi ke depan, karena tanpa ada penyuluhan dari dinas pertanian petani akan terbantu dengan semua permasalahan yang ada baik masalah pembasmian hama dan cara pembudidayaan tanaman padi yang baik dan benar.“Makanya,peran media begitu penting”, tungakasnya. (Sadiman)

Bupati OKU : Kec.Sosoh Buay Rayap Dapat Menjadi Sentra Produksi Bawang Merah

OKU, Penasriwijaya.com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Drs.H.Kuryana Azis menghadiri dan melakukan panen perdana bawang merah yang sedang dikembangkan para penyuluh pertanian di desa Tungku Jaya Kecamatan Sosoh Buay Rayap pada Senin (11/11/2019).

Panen perdana bawang merah itu dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB., di kebun percontohan Kelompok Tani Makmur Desa Tungku Jaya dan Tunas Harapan Desa Lubuk Leban Kecamatan Sosoh Buay Rayap.

Panen perdana bawang merah itu dilakukan di atas lahan seluas 2,5 Hektar di Tungku Jaya dan 2,5 Hektar di Lubuk Leban. Meski lahan itu tak seberapa luasnya, namun bawang yang dipanen mencapai 9Ton/Ha, dari benih bawang yang ditanam Kelompok tani Makmur di desa tungku jaya dan 6Ton/Ha di Kelompok Tani Tunas Harapan Desa Lubuk Leban.

Dalam hal itu, Bupati OKU Drs.H. Kuryana Azis sangat mengapresiasi kelompok tani Makmur dengan ketua Poktan Tejo Winarno dan kelompok tani Tunas Harapan dengan ketua Poktan Erzan Hendri,

Disebutkan Bupati OKU bahwa bawang merah merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang baru dikembangkan beberapa tahun terakhir di Kabupaten OKU.Lantaran baru dikembangkan, maka pihak dinas pertanian bekerjasama dengan kelompok tani menjadikan sedikit lahan sebagai demplot untuk tanaman tersebut, hasil yang diperoleh cukup menggembirakan. Kendati lahan untuk ujicoba budidaya bawang merah itu tak terlalu luas namun hasil yang diperoleh cukup banyak. Hanya dengan luas 2,5 Hektar tapi bawang yang dipanen bisa mencapai 9 Ton/Ha dan 6 Ton/Ha.

Itu artinya, desa Tungku Jaya dan Lubuk Leban sangat potensial bagi budidaya tanaman umur pendek ini”, ucap Bupati OKU.

“Bupati berharap Kecamatan Sosoh Buay Rayap dapat menjadi sentra produksi bawang merah.Bupati optimis apa yang sedang dilakukan ini bisa mencapai hasil maksimal”, harap Bupati OKU.

“Untuk itu Bupati juga meminta kepada dinas pertanian terus melakukan pembinaan secara rutin kepada kelompok tani yang akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani”, pungkasnya. (SP@di)