Membawa Sajam Dan Diduga Melakukan Perlawanan Terhadap Warga Akhirnya Hoiri Di Gelandang Ke Polsek Semidang Aji

Baturaja, Penasriwijaya.com – Hoiri (39) warga Desa Ibul dalam Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir (Kab.OI) dilaporkan warga dan diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (Kab.OKU)

Pada hari Selasa (21/2021) sekira Pukul 04:00 WIB. Di desa Padang Bindu saat para saksi melaksanakan ronda malam melihat 1 (satu) orang laki – laki yang tidak dikenal dan mencurigakan, sehingga saksi langsung mendekati. Sewaktu akan dilakukan penggeledahan laki – laki tersebut melakukan perlawanan sehingga langsung diamankan oleh para peronda. “Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian (Kapolres) OKU AKBP. Danu Agus Purnomo, S.I.K., melalui rilis Kasi Humas Polres OKU AKP. Mardinursal.

Lanjut, Saat dilakukan penggeledahan oleh warga didapati senjata tajam jenis lading yang terselip dipinggang terlapor Hoiri kemudian beserta barang bukti (BB) langsung diserahkan ke pihak Polsek Semidang Aji.

“Hoiri diamankan karena diduga memiliki, membawa, menguasai, senjata tajam yang tidak sesuai dengan profesinya, sebagaimana dimaksud dalam bunyi pasal 2 ayat (1) undang – undang Darurat Nomor 12 tahun 1951,” terang Kasi Humas Polres OKU.

Adapun BB yang telah diamankan adalah. 1 ( satu ) buah senjata tajam jenis lading bergagang kayu berwarna kuning dibungkus lakban warna hitam yang panjangnya 30 (tiga puluh) cm,” jelas kasi Humas Polres OKU.

(SP@di)

Biadab Pelaku Menyetubuhi Anak Dibawah Umur Dengan Alasan Pengobatan Alternatif Akhirnya Digelandang Ke Mapolres OKU

Baturaja, Penasriwijaya.com – Biadab Suryaman (53) warga desa Sri Mulya Kecamatan Sinar Peninjauan Kabupaten OKU, pelaku yang di tega menyetubuhi anak dibawah umur akhirnya di gelandang ke Mapolres OKU Sabtu (18/9/202) Sekira Jam 19:00 WIB.

CM (Inisial) bocah (12) Tahun yang masih belajar tersebut, telah mendapatkan perilaku biadad kepada dirinya, dari seorang lelaki tua.

Kepala Kepolisian (Kapolres) OKU AKBP. Danu Agus Purnomo, S.I.K., melalui rilis Kasi Humas Polres OKU AKP. Mardinursal. menjelaskan,” adapun kejadian yang bermula pada hari Senin tanggal 30 Agustus 2021 sekira jam 19:00 WIB di pada saat itu, anak korban ditemani oleh 2 (dua) temannya berangkat menuju rumah tersangka yang berada di Blok H Desa Sri Mulya Kecamatan. Sinar peninjauan Kabupaten OKU dengan tujuan anak korban berobat alternatif dengan tersangka.

Pada saat sesampainya dirumah tersangka, korban diajak oleh tersangka kesamping rumahnya untuk diobati, sementara itu teman dari korban disuruh oleh tersangka untuk menunggu didepan rumah.

Di samping rumah tersangka tersebut korban disetubuhi oleh tersangka dan kemudian tersangka mengancam akan membunuh anak korban jika korban memberitahukan perbuatan tersangka tersebut kepada orang lain,” sampai kasi Humas Polres OKU.

“Berdasarkan laporan dari (inisial) SL (37) Kepolisian Resor (Polres) OKU melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Sinar Peninjauan dan di lakukan penangkapan terhadap pelaku Suryaman.

Setelah mendapatkan keberadaan dari tersangka di desa Sri Mulya Kecamatan Sinar Peninjauan Kabupaten OKU, pada hari Sabtu (18/9/202) anggota Unit PPA yang dipimpin IPDA Yuardi Rahmad ,S.H., dibantu anggota Reskrim Polsek Sinar Peninjauan melakukan penangkapan terhadap tersangka yang saat itu sedang berjalan sendirian, saat dilakukan introgasi tersangka mengakui atas perbuatan yang di sangkakan kepadanya.

Atas perbuatannya pelaku Suryaman yang di duga melakukan Tindak Pidana “Menyetubuhi Anak Dibawah Umur” sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 PERPU RI No 01 Tahun 2016 Tentang Perlindingan anak, tersangka pun di gelandang ke Mapolres OKU guna untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,”jelas kasi Humas Polres OKU.

Adapun Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan oleh pihak adalah, 1 ( satu ) Helai baju kaos lengan pendek warna hitam. 1 Helai Rok Pramuka Warna Coklat. 1 Helai BH warna Pink. 1 Helai Celana Dalam warna biru Motif Bunga,” tutup kasi Humas Polres OKU.

(SP@di)

Yudi DPO Yang Diduga Melakukan Pencurian Berhasil Di Amankan Tim Resmob Singa Ogan Polres OKU

Baturaja, Penasriwijaya.com – Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) melalui Tim Resmob Singa Ogannya berhasil membekuk para pelaku pencurian di desa Durian dusun III Kecamatan Peninjauan Kabupaten OKU.

Dalam kejadian di desa Durian yang lalu, pelaku berjumlah tiga orang tersebut, berawal pada hari Rabu 30 Juli 2019 sekira jam 16:00 WIB, tersangka Ijal Bakur datang menemui tersangka Rari di rumahnya untuk mengajak melakukan pencurian,” kata Kepala Kepolisian (Kapolres) OKU AKBP. Danu Agus Purnomo, S.I.K., melalui rilis Kasi Humas Polres OKU AKP. Mardinursal.

“Kemudian sekira pukul 23:00 WIB, tersangka Rari pergi menemui tersangka Ijal Bakur di jalan depan rumahnya dan saat tiba dirumah tersangka Ijal Bakur sudah ada tersangka Yudi Hartono. Kemudian sekira pukul 23:30 WIB para tersangka berangkat dengan mengendarai 1 (satu) unit sepeda motor milik tersangka Ijal Bakur dan membawa sebuah pahat milik tersangka Ijal Bakur yang memang telah dibawa dan disiapkan.

Para pelaku pun berangkat ke dusun Tinjak desa Durian namun, ketika sampai di dusun Tinjak tersebut, para tersangka gagal. Namun ditengah perjalanan di desa Durian para tersangka berhenti di depan rumah korban, lalu Ijal mengajak Rari dan Yudi untuk melakukan pencurian di rumah korban Sapriyansah.

Selanjutnya, para tersangka langsung turun dari sepeda motor dan Ijal langsung menuju jendela rumah korban. Mencongkel dan merusak jendela rumah tersebut dengan menggunakan pahat yang memang sudah disiapkan. Setelah jendela rumah berhasil dibuka Rari dan Ijal masuk kedalam rumah dan Yudi menunggu di luar sambil memantau situasi di sekitar rumah.

Setelah Ijal berhasil membuka pintu rumah, Rari dengan Ijal pun masuk kedalam rumah, mengambil 5 (lima) unit handphone yang berada di dekat TV serta mengambil 1(satu) unit sepeda motor yang berada di dekat pintu. Setelah barang – barang tersebut berhasil di keluarkan atau diambil dari dalam rumah korban, ketiga tersangka langsung pergi kabur meninggalkan rumah korban tersebut.

Adapun dari Keronologis penangkapan Yudi, “Berdasarkan keterangan tersangka Rari yang telah berhasil di amankan terlebih dahulu dan telah menjalani hukuman, Tim Resmob Singa Ogan Polres OKU pun, melakukan penyelidikan terhadap Daftar Pencarian Orang (DPO) Yudi Hartono (34) warga Desa Lubuk Rukam Kecamatan Peninjauan Kabupaten OKU, yang bersembunyi selama ini di daerah Dusun Air Karas Desa Peninjauan Kecamatan Peninjauan Kab.OKU akhirnya di tangkap.

Penangkapan yang dipimpin oleh IPDA Bagus Randhika S.Tr.K. pada Jumat (17/9/2021) Sekira Jam 14:00 WIB. tersebut, maka sesuai dengan tindak pidana Pencurian Dengan Pemberatan” sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUH Pidana, pelaku pun di bawah ke Mapolres OKU untuk di proses secara hukum.

Adapun Barang Bukti yang telah di amankan, dari para pelaku tersebut iyalah, 1 ( satu ) unit Sepeda motor honda Beat Tahun 2013 warna orange biru Nopol : BG 3898 YAB Noka : MH1JFD226DK258990 No sin : JFD2E-2253650.,” pungkas Kasi Humas Polres OKU AKP. Mardinursal.

(SP@di)

Kurang Dari 1×24 Jam Pelarian Napi Suhaimi Kandas Oleh Tim Satgas Lapas Sorulangun

Musi Rawas, Penasriwijaya.com – Salah satu Narapidana Lapas Surulangun bernama Suhaimi bin Sujari yang sebelumnya diketahui Kabur sekitar Pukul 09.30 WIB Senin, (28/06/2021) kandas di tangan satgas Lapas Surulangun.

Usaha Suhaimi bin Sujari Warga Talang Tumbur, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Pali berhasil di gagalkan oleh Tim Satgas Surulangun

Dengan kesigapan dan Cekatan Tim satgas menangkap kembali Suhaimi pada pukul 11 Siang di Kota Jambi

Dikonfirmasi terhadap Kalapas Surulangun Indra Yudha mengatakan bahwa telah melaporkan terkait kejadian ini kepada Kakanwil Kemenkumham Sumsel

“Dengan tindakan cepat, kami langsung membuat tim dan melakukan pencarian dan pengejaran. Kesigapan dari petugas membuahkan hasil yaitu tertangkapnya kembali suhaimi” tutur Indra Yudha

“Hal ini, tentu akan menjadi evaluasi kita kedepannya untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan ” tutup Kalapas Surulangun (Tim/PSJ)

Pelaku Pemerkosaan Dan Pembunuh Anak Dibawah Umur Dituntut Hukuman Seumur Hidup

OKU, Penasriwijaya.com – Teringat dengan peristiwa pada awal Bulan April 2020 lalu, kejadian yang menimpah RN (12),  siswa pelajar SMP Negeri 10 Desa Tubohan yang tewas diperkosa dan dibunuh tepatnya di Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (Kab.OKU).

Kejadian yang sempat menghebohkan masyarakat OKU beberapa waktu lalu. Pelaku geji itu dilakukan oleh Aldi Sukma (19) yang bermodus sebagai pelatih Pramuka dan diancam dengan hukuman berat oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKU.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU, Bayu Pramesti SH., didampingi Kasi Pidum Mirsyahrizal SH MH., saat mengatakan,”kasus itu tinggal menunggu putusan dari majelis hakim pengadilan negeri Baturaja. “Terdakwa dituntut hukuman seumur hidup oleh jaksa penuntut umum (JPU),” kata Kasi Pidum saat dikonfirmasi Wartawan pada Jumat (25/12) lalu.

persidangan yang berlangsung secara jarak jauh, terdakwa dijerat pasal berlapis. Primer ke 1 diancam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 339 KUHP, lebih subsider Pasal 338.

Terdakwa terkena Pasal 81 ayat 1 PP pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang ditetapkan menjadi Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2016 Jo Pasal 76 D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Fakta dalam persidangan dakwaan Pasal 340 KUHP dan Pasal 81 itu. Hal yang memberatkan, sebutnya, tidak ada perdamaian, terdakwa berbelit – belit, serta perbuatan tersebut meresahkan masyarakat, terdakwa perlu diberikan sanksi tegas, sebutnya, sebagai bentuk perlindungan kepada anak. Jangan ada korban lainnya, dan orang berfikir dua kali untuk melakukan kejahatan serupa.

Warga Desa Tubohan pada Jumat (3/4/2020) lalu dihebohkan dengan temuan jazad seorang perempuan muda sekitar jam 15.00 WIB, di Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji. Korban ditemukan masih mengenakan pakaian seragam pramuka, dengan kondisi terikat tali warna merah pada bagian kaki, di salah satu kebun warga Tantowi. Korban diketahui sempat pamit saat itu ikut kegiatan pramuka di SMP N10 OKU. (Red/SP@di)

Himbauan Terhadap Pemilik Untuk Mengambil BB Sitaan Perkara Pidana Di Kejari OKU

OKU, Penasriwijaya.com – Barang Bukti (BB) sitaan perkara pidana, masih banyak tersimpan. Baik di Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kejari OKU) maupun RUPBASAN.

Barang bukti yang tersimpan di gudang ada beberapa yang terhitung sejak dari tahun 2004 silam juga belum diambil oleh yang berhak. Nah barang tersebut boleh diambil pemiliknya.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ogan Komering Ulu (OKU) Baju Pramesti SH., melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan, F. A Huzni, Senin (28/9/2020).

“Ini adalah himbauan “Silahkan mengajukan klaim pada jam kerja di Kantor Kejaksaan Negeri OKU,” ucapnya.

Adapun alur dari pengambilan barang sitaan itu adalah, sipemilik mengajukan klaim dengan membawa identitas. Seperti bukti kepemilikan (bukti klaim) dan nomer telpon. Yang nantinya akan dilakukan pengecekan oleh petugas Barang Bukti) Kejari OKU dan menjelaskan status barang bukti kepada pemilik.

“Jika barang bukti tersebut bukan dirampas untuk negara, atau dipergunakan dalam perkara lain maka akan dikembalikan kepada pihak yang berhak dengan menandatangani berita acara,” terang Kasi BB Kejari OKU. (SP@di)

Kejari OKU Gelar Giat Pemusnahan Barang Bukti

OKU, Penasriwijaya.com – Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kejari OKU) menggelar pemusnakan Barang Bukti (BB) yang di adakan bertempat di halaman depan kantor Kejari OKU Senin (20/7/2020).

Pemusnahan barang bukti dari perkara tindak pidana umum yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah). Barang bukti yang dimusnahkan tersebut berasal dari beberapa kasus pada periode tahun 2019 hingga Juli 2020.

Barang bukti yang dimusnahkan, berupa narkotika jenis sabu 162, 7507 gram, ekstasi 52 butir, ganja 1039, 55 gram, senjata api 9 pucuk senjata rakitan, amunisi 33 butir, sajam 22 buah, dan lain sebagainya, serta jumlah keselurahan ada 116 orang terpidana,” hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU Bayu Pramesti, SH., dalam kata sambutannya pada acara tersebut.

“Pemusnahan barang bukti adalah untuk melaksanakan eksekusi atau pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap, serta pengamanan dan mencegah penyalahgunaan barang bukti yang ada di kantor Kejaksaan Negeri OKU.

Kejari OKU juga sangat mengapresiasi kinerja dari Satgas Covid-19 Kabuapten OKU sehingga pada saat ini kita berada di Zona Hijau,” terang Kejari OKU.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) OKU Drs. Johan Anuar, SH., MM., sangat mengapresiasi pelaksanaan pemusnahan barang bukti oleh kejaksaan negeri OKU, sebagai langkah pencegahan dan memberikan informasi kepada masyarakat luas.

Wabup OKU mengharapkan kepada Kejaksaan Negeri bersama Kapolres OKU untuk dapat menurunkan tindak kriminalitas yang ada di Kabupaten OKU, terutama penyalahgunaan narkotika, karena sudah menjadi masalah lintas sektoral.

“Melalui kegiatan pemusnahan barang bukti pada Kejaksaan Negeri OKU kita semua dapat semakin mempererat kerjasama dan sinergi organisasi untuk mengaktualisasikan kaidah – kaidah Pemerintahan yang bersih, Pemerintah yang berlandaskan hukum serta Pemerintah yang menyertakan masyarakat taat hukum dalam mendorong kesejahteraan umum, mampu menempatkan hukum pada posisi yang dapat mengendalikan kemajuan zaman,” ucap Wabup.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dilakukan oleh Kajari OKU Wabup OKU, Polres OKU, Kodim, dan disaksikan oleh pejabat lainnya.

Usai penandatanganan berita acara pada kesempatan ini dilakukan pemusnahan barang bukti oleh Wabup OKU, Kepala Kejaksaan Negeri OKU, mewakili Forkopimda OKU, dan pejabat lainnya.

Hadir pada acara ini, mewakili Forkopinda OKU, OPD, Pengadilan Agama, Kemenag OKU, Kepala Rutan Klas II B Baturaja, Dansub Denpom II/4-4 Baturaja, Kepala Rupbasan Baturaja, Kepala Bapas Baturaja dan Jajaran Kejari OKU. (SP@di)

Dit Reskrimum Polda Sumsel Ungkap Kasus 3C Sebanyak 33 Tindak Pidana Dan 54 Tersangka

Palembang, Penasriwijaya.com – Informasi terkait hasil ungkap kasus Kasus 3C (Curas, Curat dan Curanmor) dan Tindak Pidana Narkoba yang terjadi diwilayah hukum jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) pada minggu pertama Bulan Juli 2020 yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi, MM., diruang kerjanya. Senin, (6/72020).

Dit Reskrimum Polda Sumsel dan Polres/tabes jajaran pada Minggu pertama Bulan Juli 2020 berhasil mengungkap kasus 3C (Curas, Curat dan Curanmor) sebanyak 33 kasus tindak pidana dengan 54 tersangka.

Dari 33 Kasus tindak pidana yang terungkap oleh Ditreskrimum Polda Sumsel dan Polres/ tabes jajaran tersebut terdiri dari beberapa kasus yaitu. Curat 20 kasus, Curas 13 kasus, curanmor nihil, Anirat nihil dan Pembunuhan nihil. Ada 54 tersangka yang ditangkap Dit Reskrimum Polda Sumsel dan Polrestabes/ Polres jajaran terdiri dari

• Curat 36 Tersangka
• Curas 18 Tersangka

Dari 33 kasus tersebut terbanyak yang mengungkap adalah Polrestabes 5 kasus, Polres Banyuasin 4 kasus, Polres Muara Enim 4 kasus ,Ditreskrimum Polda Sumsel 3 kasus, Polres Musi Banyuasin 3 kasus, Polres OKU 3 kasus dan Polres Prabumulih 3 kasus.

Sedangkan Dit Res Narkoba Polda Sumsel dan Polres/ Tabes jajaran berhasil mengungkap kasus sebanyak 34 Kasus dan menangkap sebanyak 44 Tersangka

Dari 52 Tersangka tersebut terdiri dari :
Pengedar : 33 Orang
Pemakai : 11 Orang

Sedangkan Barang bukti yang disita sebanyak :
Sabu : 524,59 Gram
Ganja. : 298,52 Gram
Ekstasi : 1 Butir

Dari segi Kuantitas urutan Laporan Polisi (LP) terbanyak yakni Polrestabes Palembang (8), Polres Muba (5), Polres Banyuasin (4), Ditresnarkoba Polda Sumsel (3) dan Polres OKUT (3)

Dari segi Kualitas urutan Barang Bukti (BB) terbanyak yakni Polrestabes (254,77 Gr sabu dan 48,52 Gr ganja), Ditresnarkoba Polda Sumsel (167,8 Gr sabu ), Polres Muba (82,79 Gr sabu dan 1 butir ekstasi).

“Barang Bukti Narkoba Yang Disita (Shabu, Ganja, Ekstasi) Maka Dit Res Narkoba Polda Sumsel telah berhasil Menyelamatkan sebanyak 4.642 Anak Bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba ujar Kabid Humas di ruang kerjanya.

Himbauan kepada masyarakat khususnya 0ropinsi Sumsel agar selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak dan keluarga masing-masing dari pengaruh buruk Narkoba yang tentunya dapat merusak generasi penerus bangsa,”ujar Kabid Humas.

Beliau juga mengatakan, bahwa meskipun dimasa Pandemi Covid-19, Dit Reskrimum dan Dit Res Narkoba Polda Sumsel serta Polres/ tabes Jajaran masih terus melakukan pengungkapan terhadap kasus-kasus yang terjadi dan mengharapkan peran serta masyarakat khususnya dalam ungkap Kasus 3C (Curas, Curat dan Curanmor) dan Tindak Pidana Narkoba diwilayah hukum Polda Sumsel.

Dan untuk meminimalisir tindak pidana 3C, Kabid Humas berharap kepada masyarakat Sumsel agar selalu menjaga kewaspadaan serta meningkatkan keamanan dilingkungannya masing-masing dan menambah kunci pengaman pada kendaraan roda dua untuk menghindari aksi curanmor. ( Sadiman )

Dua Pelaku Curas Di Curup Dugdug Berhasil Diamankan Polisi

OKU, Penasriwijaya.com – Putra Wirana (20) dan Herliyan (18) keduanya warga Jl.Jend. A.Yani Kelurahan Kemelak Bindung Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) diamankan Kepolisian Resor (Polres) OKU melalui Polsek Baturaja Timur.

Kedua Pelaku Putra dan Herliyan diduga telah melakukan pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud pasal 365 kuhpidana.

Adapun kronologi Kejadian pada
Senin 15 Juni 2020 Jam 15.00 WIB., saat korban inisial (NB), pulang dari Curup Dugdug bersama teman – temannya lalu diperjalanan dicegat oleh 2 orang pelaku tersebut dengan peran masing – masing, pelaku atas nama Putra Wirana menodongkan sebilah sajam kearah dada korban dan pelaku Herliyan berperan sebagai mempunyai ide untuk melakukan penodongan serta pemilik senjata tajam yang digunakan oleh Putra Wirana lalu korban merampas HP milik korban,” ungkap Kapolres OKU AKBP. Arif Hidayat Ritonga, S.I.K, MH., melalui Kapolsek Baturaja Timur AKP Sulis Pujiono SH., dan melalui humas.

Lanjut, berdasarkan laporan Polisi No:LP- B/31/VI/2020/ Sumsel/ OKU/Sek.Baturaja Timur, Tanggal 16 Juni 2020 dan para saksi – saksi ahirnya kedua pelaku berhasil diamankan pada
hari selasa tanggal 16 Juni 2020 Sekira jam 15:30 WIB.

Adapun penangkapan terhadap pelaku Herliyan di belakang rumahnya, saat itu pelaku bersembunyi dibalik pohon pisang. Pelaku ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan dengan No:Sp Kap No:Sp.Kap/25/VI/2020/ Reskrim.tanggal 16 Juni 2020. Pada hari selasa tanggal 16 Juni 2020 sekira jam :16.00 WIB,

Sedangkan terhadap pelaku Putra Wirana diamankan saat ada dirumahnya, pada saat itu pelaku berusaha kabur lalu diberikan tembakan peringatan sebanyak 2 kali namun pelaku masih tetap kabur sehingga dilakukan tindakan tegas terukur pada kaki sebelah kanan sebanyak 1 kali. pelaku ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan dengan No:Sp Kap No :Sp.Kap/26/VI/2020/ Reskrim.tanggal 16 Juni 2020

Kini kedua pelaku diamankan ke Mapolsek Baturaja Timur dengan barang bukti berupa, 1 (Satu) unit hp merk samsung galaxy warna biru type A10 dgn imei 1 : 357080/10 / 255893 /0 dan imei2 :357081/10/255893/8, topi warna coklat milik pelaku an. Herliyan Bin Joni Iskandar.S, 1.Bilah senjata tajam jenis pisau dengan panjang +/- 30 cm berikut sarungnya berwarna hitam,” terangnya. (SP@di)

Humas Polda Sumsel Adakan Press Release Dugaan Penyimpangan DD Desa Arisan Gading

Palembang, Penasriwijaya.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri S.,M, M., melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Drs. Supriadi, MM., mengadakan press release dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan Dana APBDesa Desa Arisan Gading Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir tahun 2018 di ruang kerja Kabid Humas, Rabu (17/6/2020).

Dalam proses press release Kabid Humas menerangkan bahwa tindak pidana korupsi dalam penggunaaan dan pertanggungjawaban dana APB desa tersangka berinisial JH (42th) yang merupakan Ex.Kades Arisan Gading periode 2013 s/d 2019.

Kronologis kejadian yaitu ditemukan adanya perbuatan melawan hukum penyimpangan oleh tersangka mantan kepala desa Inisial JH yaitu, 1.Dana pembangunan fisik Dua kegiatan tidak sesuai volume fisik terpasang, a. Pekerjaan pembangunan jalan rabat beton dusun I, II 390 x 1.50 x 0.15 desa arisan gading kecamatan Indralaya Selatan, b.Pembangunan jalan rabat beton dusun I, II 300 x 3.50 x 0.15 desa arisan gading kec. Indralaya Selatan, dan Dua Kegiatan Fiktif,
a. Pembangunan jalan rabat beton dusun I, II 390 x 1.50 x 0.15 desa arisan gading kec. Indralaya Selatan, b. Pembangunan jalan rabat beton dusun I, II 233 x 1.50 x 0.15 desa arisan gading kec. Indralaya Selatan, 2. Dana kegiatan bumdes senilai Rp. 50 Juta untuk pembelian tenda di ambil oleh Kades Arisan Gading tidak digunakan untuk keperluan tersebut, 3. Ditemukan penyimpangan dalam pertanggungjawaban keuangan, berupa: a.Tidak sesuai atau lebih kecil daripada yang tercantum dalam tanda terima/pertanggungjawaban (kurang bayar), b. Kegiatan tidak dilaksanakan tetapi tercantum dalam pertanggungjawaban (fiktif), c. Kegiatan tidak dilaksanakan dan tidak ada pertanggungjawaban (fiktif),
d.Kegiatan kekurangan volume fisik daripada dana yang telah dikeluarkan, e.Dana telag dicairkan tidak dibuat laporan pertanggungjawaban, f.Tanda tangan yang tercantum pada tanda terima bukan merupakan tanda tangan penerima, g.Tidak dilaksanakannya tugas pokok dan fungsi sesuai dengan kedudukan dan kewenangan masing – masing, 4.Tersangka memanipulasi dokumen laporan pertanggung jawaban keuangan (LPD) baik dana desa, alokasi dana desa maupun siltap, berupa tanda tangan penerima yang namanya teecantum dilaporan tersebut tidak pernah menandatangani dokumen tersebut dan tidak pernah menerima uang seluruh atau sebagian.

“Seperti diketahui Desa Arisan Gading Kec. Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir memperoleh dana APBdes tahun 2018 dan telah di transfer dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Rekening Kas Desa (RKD) Rp. 1.107.930.000,- terdiri dari:, a. Dana Desa APBN Rp. 698.347.000,-, b. Alokasi Dana Desa APBD Kabupaten OI Rp. 348.083.000,-, c. Penghasilan Tetap/tunjangan perangkat desa dan BPD Tw. IV Th. 2016 Rp. 11.700.000,-, d. Penghasilan Tetap/tunjangan perangkat desa dan BPD Tw. III dan IV Th. 2017 Rp. 49.800.000,-.

Bahwa sejak tanggal 24 September 2019 tersangka mantan kades Arisan Gading telah dipanggil sebagai saksi sebanyak 2 kali, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir. Bahkan yang bersangkutan dan keluarganya diduga melarikan diri dari Ogan Ilir ke Jakarta. Setelah dilakukan penyelidikan secara intensif diketahui persembunyiannya di Jakarta, sehingga penyidik Subdit Tipikor Polda Sumsel menangkapnya di Jakarta dan melakukan penahanan terhadap dirinya di Polda Sumsel agar tersangka tidak melarikan diri lagi dan untuk kelancaran proses penyidikan

Kerugian Keuangan Negara berdasarkan laporan hasil penghitungan kerugian keuangan negara Inspektorat Kabupaten Ogan Ilir diperoleh hasil penghitungan kerugian keuangan negara yang terdiri dari:
1. Kurang Bayar Rp. 107.393.313,64, 2. Kurang Volume Rp. 323.302.036,00
3.Fiktif Rp. 210.725.215,36, dengan total kerugian keuangan negara sebesar Rp. 641.420.565,-,” terang humas.

Pasal yang di persangkakan yaitu pasal 2 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (Dua Ratus Juta Rupiah) dan paling banyak 1.000.000.000,00 (Satu Miliar Rupiah). Dan atau Pasal 3 dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp.50.000.000,00 (Lima Puluh Juta Rupiah) dan paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (Satu Miliar Rupiah). Ini sesuai Undang-Undang nomo 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001,” pungkasnya ( Sadiman )