Diduga Selewengkan Dana Desa Tahun 2019-2020 Kades Bedegung Ditahan

Baturaja, Penasriwijaya.com – Penyidik Kejaksaan Ogan Komering Ulu (Kejari OKU) sah menahan Kapala Desa (Kades) Bedegung Kecamatan Semidang Aji. Kabupaten Ogan Komering Ulu (Kab.OKU). Rabu (9/6/2021).

Kades Bedegung berinisial (MY) diduga selewengkan Dana Desa (DD) tentang perehapan jembatan gantung tahun anggaran 2019-2020.

Hal itu di sampaikan oleh Kepala Kejaksaan (Kajari OKU) Bayu Paramesti, SH., didampingi Kasi Pidsus Johan Ciptadi SH., dan Kasi Intel Variska Ardina Kodriyansah, SH., MH., pada saat
diwawancarai Wartawan di depan kantor Kejari OKU.

” Hari ini Kejari OKU telah melakukan penahanan terhadap kepala desa Bedegung Kecamatan Semidang MY, sesuai bukti – bukti saat dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi, dari surat dan keterangan saksi Ahli,” jelas Kejari OKU.

Adapun asil penyidikan Kerugian Negara berkisar kurang lebih 200.000.000.00,- (Dua Ratus Juta Rupiah) dan untuk lebih jelasnya kita tunggu fakta dari persidangan, yang jelas hari ini kita sampaikan bahwa kita telah melakukan penahanan terhadap Kepala desa Bedegung,” pungkas Kejari OKU. (SP@di)

Pelaku Pemerkosaan Dan Pembunuh Sadis Anak Dibawah Umur Di Hukum Seumur Hidup

Baturaja, Penasriwijaya.com – Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kejari OKU) dalam upaya untuk memberikan perlindungan hukum bagi semua warga Negara dan memberikan efek jera bagi pelaku tindak kejahatan, di wilayah hukum khususnya di Kabupaten OKU, melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKU akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Palembang mengabulkan banding yang dilakukan tim Jaksa Penuntut Umum Kejari OKU dalam kasus pembunuhan RN (12) siswi SMP Negeri 10 OKU oleh terdakwa Aldy Sukma Wijaya (20).

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari OKU) Bayu Paramesti, SH., didampingi Kasi Pidum Mirsyarizal, SH., MH., dan Kasi Intel Variska Ardina Kodriyansah, SH., MH., dalam keterangan persnya, Kamis (25/3/21), bertempat di ruang aula Kejari OKU.

“Alhamdulillah upaya banding Jaksa Penuntut Umum dikabulkan Majelis Hakim di Pengadilan Tinggi Palembang, terdakwa Aldy Sukma Wijaya divonis pidana penjara seumur hidup ,” beber Kajari OKU.

Dalam amar putusan banding dengan nomor 32/PID/2021/PT PLG tertanggal 14 Maret 2021 tersebut menurut Kajari OKU Majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa Aldy Sukma Wijaya bin Sahlil telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan yang didahului dengan melakukan tindak pidana persetubuhan.

“Majelis Hakim Banding menilai bahwa pidana yang dijatuhkan (PN Baturaja) tidak sesuai dengan perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa karena perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa sangat keji dan biadab tidak ada rasa kemanusiaan sehingga menimbulkan keresahan ketertiban di dalam masyarakat dan terdakwa melakukan pembunuhan secara sadis dengan menusukkan ranting kayu ke tubuh organ kemaluan korban,” ujar Kajari OKU. mengutip putusan banding Pengadilan Tinggi Palembang.

Pengajuan banding oleh Jaksa Penuntut Umum tersebut dilakukan setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Baturaja dalam putusan Nomor : 488/Pid.B/2020/PN Bta tanggal 21 Januari 2021 menjatuhkan vonis 20 tahun penjara dan denda 1 milyar rupiah, padahal Jaksa Penuntut Umum dalam surat tuntutan No. PDM-837/L.6.13 / Eku. 2/07/2020 tanggal 7 Desember 2020 menuntut terdakwa Aldy Sukma Wijaya pidana penjara seumur hidup.

“Negara tidak dapat menjaga satu – persatu warga negara, nah perlindungan yang kita berikan adalah dengan hukum yang keras dan tegas seperti ini,” tegas Kajari OKU.

Kasus pembunuhan dengan terdakwa Aldy Sukma Wijaya salah satu warga Dusun 3 Desa Tebing Kampung Kecamatan Semidang Aji terjadi pada Jum’at 3 April 2020 dimana terdakwa Aldy telah melakukan pembunuhan secara sadis kepada RN (12) siswi SMP Negeri 10 OKU, jasad korban RN ditemukan warga dengan kondisi sangat menggenaskan, sekitar pukul 15.50. yang lalu.

Adanya hal keputusan hakim ini terhadap tersangka, bisa melindungi anak – anak bangsa, dan untuk epek jera bagi calon tersangka yang ingin berbuat semacam ini lagi,” pungkas Kajari. (Red/SP@di)

Komnas Perlindungan Anak Kabupaten OKU Mendampingi Korban Anak Assesment Psikologi

OKU, Penasriwijaya.com – Komite  Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel)  kembali mendampingi korban anak Assesment Psikologi (mengumpulkan data) dalam hal ini data bagi si korban. Rahmad Hidayat SH. M.Kn., selaku wakil ketua bidang advokasi hukum kami akan berupaya semaksimal mungkin dalam pendampingan hukum terhadap kasus-kasus perlindungan anak yang ada di Kabupaten OKU.

“Anak merupakan masa depan bangsa, anak merupakan aset bangsa maka kita harus melindungi anak-anak dari pelaku kejahatan terhadap anak di bawah umur.

Dalam tahun 2021 sebanyak 4 kasus korban anak dibawah umur ujar wakil ketua bidang advokasi hukum Rahmat Hidayat, SH.,M.Kn. (01/02/2021)

Selanjutnya jelas Rahmad, dalam pendampingan perkara terhadap korban khususnya anak dibawah umur, kami dari Komnas Perlindungan Anak Kabupaten OKU Sumsel selalu mengutamakan cek psikologi bagi korban.

Setelah itu kami melakukan pendampingan hukum dari awal hingga selesai perkara tersebut, juga hingga sampai di putuskan oleh pengadilan dan mempunyai kekuatan hukum yang tetap (inkrah). Jelasnya.

Lebih lanjut Rahmat Hidayat menuturkan bahwa, komnas perlindungan anak Kabupaten OKU Sumsel yang berdomisili di Jln. DI. Panjaitan Kelurahan Sukaraya Kecamatan Baturaja Timur yang diketuai oleh bapak Romi Irwanda mempunyai komitmen secara tegas “bahwa kami tidak main main dalam hal ini dan juga tidak ada kompromi terhadap pelaku kejahatan anak dibawah umur”.

Sangat jelas bahwa di dalam undang-undang Perlindungan Anak no 35 tahun 2014 bahwa ancaman pidana penjara minimal 5 tahun. Ujar Rahmad.

Romi Irwanda selaku ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten OKU menegaskan “bahwa dalam perkara anak kami tidak ada toleransi, semua kejahatan terhadap korban anak harus di proses hukum dan itu merupakan amanat dari undang-undang”. tegas Romi.

Menurut Toni, selaku warga OKU sangat bangga dengan kehadiran Komnas Perlindungan Anak di Kab. OKU Sumsel ini.

Meskipun keberadaan Komnas Perlindungan Anak di Kab. OKU terbilang baru, tapi masyarakat OKU sangat mengapresiasi kinerja nya dalam hal memperjuangkan hak-hak anak.

Toni berharap semoga Komnas Perlindungan Anak Kabupaten OKU Sumatera Selatan bisa semakin lebih baik lagi ke depan nya terutama dalam memberikan pendampingan terhadap masyarakat,” tutupnya. (Mars)

Perkuat Sinergitas Kalapas Muara Enim Sambangi Kapolres Muara Enim

Muara Enim, Penasriwijaya.com – Sinergitas antara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Enim dan Polres Kabupaten Muara Enim terus terjalin dengan baik.

“Hal tersebut terepresentasikan, tentang bagaimana Lapas Muara Enim berhasil menggagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba Jenis sabu oleh pengunjung yang langsung di serahkan dan tindak lanjuti oleh Polres Muara Enim.

Sebagai upaya untuk mendukung pengungkapan kejadian tersebut sekaligus mempererat jalinan tali Silaturahmi, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Enim, Herdianto, Amd.IP, SH, M.Si., sambangi Kapolres Muara Enim, AKBP Danny Sianipar S.I.K., Selasa, (26/12021).

 

Dalam Press Conference, Kapolres Muara Enim menerangkan bahwa Kalapas Muara Enim bersama jajarannya berhasil mengungkap peredaran Narkoba yang akan Masuk ke dalam Lapas dan hal tersebut telah di gagalkan oleh Kalapas beserta jajarannya.

“Kalapas Muara Enim langsung melakukan koordinasi dengan Polres Muara Enim untuk di kembangkan dan Kasat Narkoba langsung bekerjasama dengan petugas Lapas untuk melakukan penangkapan tersangka lainnya,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menambahkan bahwa Polres Muara Enim sudah melakukan pengungkapan sebanyak tiga tersangka lainnya yang siap kami proses sampai perkara ini selesai dan di sidangkan di Pengadilan. Saya mengapresiasi atas berhasilnya Kalapas Muara Enim beserta Jajaran dalam menggagalkan upaya penyelundupan Narkoba,” terang Kapolres.

Sementara Kalapas Muara Enim, Herdianto menyampaikan bahwa Komitmen segenap petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Enim dalam mempertahankan Lapas Muara Enim Zero dari Narkoba akan terus dimanifestasikan. Kami juga akan terus memperkuat Sinergitas dan Kolaborasi terhadap semua Instansi terkait

“Dengan kejadian ini, tentu Lapas Muara Enim akan lebih perketat dan waspada dalam melakukan pemeriksaan baik orang ataupun Barang yang akan masuk kedalam Liingkungan Lapas Muara Enim,” jelas Herdianto.

Dalam Pers Konference tersebut, turut Hadir Ka.KPLP Lapas Muara Enim, Ressy Setiawan, Ka.Sat OP Patnal, Agusnadi, Kasubag TU Lapas Muara Enim, Firmanzah, Kapolsek Tanjung Agung serta Kasat Narkoba Polres Muara Enim. (Ril/SP@di).

Petugas Lapas Muara Enim Gagalkan Penyelundupan Narkoba Jenis Sabu

Muara Enim, Penasriwijaya.com – Petugas Pemeriksaan Barang Titipan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Enim berhasil gagalkan upaya penyelundupan yang di duga Narkoba Jenis Sabu oleh pengunjung berinisial (MV) dengan disembunyikan kedalam bungkus Sayur. Senin, (25/1/2021).

Hal itu disampaikan Kalapas Muara Enim, Herdianto,” saat pengunjung bernisial (MV) melakukan upaya penyelundupan yang diduga jenis Sabu dengan modus memasukkannya kedalam bungkus sayur, namun berhasil digagalkan oleh Petugas Pemeriksaan Barang,” terang Herdianto.

“Petugas melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), saat dilakukannya pemeriksaan oleh petugas ternyata di temukan 2 bungkus kecil mencurigakan di dalam sayur yang di duga Narkoba Jenis Sabu. Kejadian tersebut berkisar pukul 14.45 WIB” Jelas Herdianto

Atas temuan yang diduga sabu – sabu itu, pihak Lapas Muara Enim langsung berkoordinasi dengan pihak Sat Narkoba Polres Muara Enim.

“Kita serahkan kepada pihak Polres Muara Enim guna penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut,” tambah Herdianto.

Herdianto juga menuturkan dengan komitmen yang kuat dalam mewujudkan Lapas Muara Enim ZERO HALINAR ( Bebas HP, Pungli dan Narkoba), maka dari itu setiap petugas Lapas Muara Enim terus berupaya melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin. Lapas Muara Enim juga terus bersinergi dengan Instansi terkait lainnya. (Red/SP@di).

Pelaku Pemerkosaan Dan Pembunuh Anak Dibawah Umur Dituntut Hukuman Seumur Hidup

OKU, Penasriwijaya.com – Teringat dengan peristiwa pada awal Bulan April 2020 lalu, kejadian yang menimpah RN (12),  siswa pelajar SMP Negeri 10 Desa Tubohan yang tewas diperkosa dan dibunuh tepatnya di Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (Kab.OKU).

Kejadian yang sempat menghebohkan masyarakat OKU beberapa waktu lalu. Pelaku geji itu dilakukan oleh Aldi Sukma (19) yang bermodus sebagai pelatih Pramuka dan diancam dengan hukuman berat oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKU.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU, Bayu Pramesti SH., didampingi Kasi Pidum Mirsyahrizal SH MH., saat mengatakan,”kasus itu tinggal menunggu putusan dari majelis hakim pengadilan negeri Baturaja. “Terdakwa dituntut hukuman seumur hidup oleh jaksa penuntut umum (JPU),” kata Kasi Pidum saat dikonfirmasi Wartawan pada Jumat (25/12) lalu.

persidangan yang berlangsung secara jarak jauh, terdakwa dijerat pasal berlapis. Primer ke 1 diancam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 339 KUHP, lebih subsider Pasal 338.

Terdakwa terkena Pasal 81 ayat 1 PP pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang ditetapkan menjadi Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2016 Jo Pasal 76 D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Fakta dalam persidangan dakwaan Pasal 340 KUHP dan Pasal 81 itu. Hal yang memberatkan, sebutnya, tidak ada perdamaian, terdakwa berbelit – belit, serta perbuatan tersebut meresahkan masyarakat, terdakwa perlu diberikan sanksi tegas, sebutnya, sebagai bentuk perlindungan kepada anak. Jangan ada korban lainnya, dan orang berfikir dua kali untuk melakukan kejahatan serupa.

Warga Desa Tubohan pada Jumat (3/4/2020) lalu dihebohkan dengan temuan jazad seorang perempuan muda sekitar jam 15.00 WIB, di Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji. Korban ditemukan masih mengenakan pakaian seragam pramuka, dengan kondisi terikat tali warna merah pada bagian kaki, di salah satu kebun warga Tantowi. Korban diketahui sempat pamit saat itu ikut kegiatan pramuka di SMP N10 OKU. (Red/SP@di)

Mantan Kades Pedataran Di Vonis 5 Tahun Penjara

OKU, Penasriwijaya.com – Sidang Kahirudin (47) mantan Kepala Desa (Kades) Pedataran Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang.

Sidang yang dipimpin oleh Adi Prasetyo, SH., MH., tersebut, dan
kepastian vonis mantan Kades Pedataran itu disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kajari OKU) Bayu Paramesti, SH., melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari OKU Johan Ciptadi, SH., kepada awak media, Selasa (13/10/2020).

“Terdakwa Kahirudin hari ini divonis 5 tahun penjara, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana desa tahun anggaran 2017,” kata Kasi Pidsus

Menurut dia, majelis hakim berpendapat bahwa terdakwa Kahirudin melanggar pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 undang – undang tindak pidana korupsi.

Selain vonis 5 tahun penjara tersebut, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp. 200.000.000 subsider 3 bulan kurungan serta kewajiban mengganti kerugian negara sebesar Rp.404.737.761.
Dan jika uang pengganti tersebut tidak dibayarkan oleh terdakwa nantinya, maka diganti pidana penjara selama 1 tahun penjara,” terang Kasi Pidsus.

“Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa 7 tahun penjara, denda yang Rp. 200.000.000 subsider 6 bulan kurungan serta pengganti kerugian negara Rp.404.737.761 jika tidak dibayarkan diganti dengan pidana penjara 1 tahun 10 bulan.

Atas putusan majelis hakim tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari OKU yang terdiri dari Mardiana, SH, Ariandana, SH dan Ari Dody Wijaya, SH menyatakan pikir – pikir. JPU menyatakan pikir – pikir atas putusan tersebut, demikian juga terdakwa,” jelas Kasi Pidsus. (SP@di)

Seorang Oknum Pegawai Disdik Diduga Ancam Wartawan Pakai Golok

OKU, Penasriwijaya.com – Beredar Video diduga salah seorang dari oknum pegawai dinas pendidikan di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membawa senjata tajam (Sajam) jenis parang, membuat pimpinan media Kontras86.com geram.

Dalam video itu, oknum pegawai di dinas pendidikan tersebut memegang parang sambil marah – marah kepada awak media, dan diketahui, korbannya adalah Hardaya salah satu wartawan dari media kontras86.com.

Didampingi Penasehat Hukumnya, Rijen Kadin Hasibuan SH, Adi dengan sapaan akrabnya sehari – harinya, beserta korban Hardaya, mendatangi SPKT Polres Banyuasin guna membuat laporan atas adanya dugaan intimidasi oleh salah seorang oknum pegawai di dinas pendidikan Banyuasin, Jumat malam (02/10/2020) kemarin.

Menurut cerita Hardaya, berawal dari dirinya ingin menemui kepala bagian SMP di dinas pendidikan. Saat itu, kepala bagian SMP langsung dapat ditemui. Karena sedang rapat, dan mau melaksanakan sholat terlebih dahulu, akhirnya dirinya harus menunggu.

“Izin kak…siapa kepala bagian SMP,” tanya Hardaya kepada orang dinas pendidikan. “Saya sendiri, kakak lagi ada rapat, sekarang mau sholat dulu,” jawab Kepala Bagian SMP.

“Iya kak, sholatlah dulu, soalnya ada yang mau diobrolkan ke kakak,” timpal Hardaya.

Lanjut Hardaya, setelah itu datanglah Thamrin dari LSM, lalu kami bersama – sama ke ruangan kepala bagian SMP tersebut, karena dilihat masih sibuk, akhirnya kami keluar, pada saat itu saya melihat ada kertas yang sudah rucek di kotak sampah lalu saya ambil, “tiba – tiba ada yang memanggil dan berkata. Ngapo kau ambek data itu kata oknum pegawai tersebut, dan saya menjawab ini kan sudah dibuang di sampah,” ujar Hardaya.

Bak disambar petir, terjadilah suasana yang menegangkan, dimana didalam isi video yang beredar oknum pegawai dari dinas pendidikan Banyuasin marah – marah sambil memegang senjata tajam berupa parang/golok.

Masih ditempat yang sama, Adi melalui penasehat hukumnya, Rijen Kadin Hasibuan SH, sesuai dengan surat tanda terima laporan polisi Nomor: STTLP/B-219/X/2020/Sumsel/RES BANYUASIN, mengatakan akan terus mengawal dan mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Kita percayakan semua kepada pihak kepolisian, kita ikuti proses hukum yang ada,” tandasnya. ( Sadiman )

Himbauan Terhadap Pemilik Untuk Mengambil BB Sitaan Perkara Pidana Di Kejari OKU

OKU, Penasriwijaya.com – Barang Bukti (BB) sitaan perkara pidana, masih banyak tersimpan. Baik di Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kejari OKU) maupun RUPBASAN.

Barang bukti yang tersimpan di gudang ada beberapa yang terhitung sejak dari tahun 2004 silam juga belum diambil oleh yang berhak. Nah barang tersebut boleh diambil pemiliknya.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ogan Komering Ulu (OKU) Baju Pramesti SH., melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan, F. A Huzni, Senin (28/9/2020).

“Ini adalah himbauan “Silahkan mengajukan klaim pada jam kerja di Kantor Kejaksaan Negeri OKU,” ucapnya.

Adapun alur dari pengambilan barang sitaan itu adalah, sipemilik mengajukan klaim dengan membawa identitas. Seperti bukti kepemilikan (bukti klaim) dan nomer telpon. Yang nantinya akan dilakukan pengecekan oleh petugas Barang Bukti) Kejari OKU dan menjelaskan status barang bukti kepada pemilik.

“Jika barang bukti tersebut bukan dirampas untuk negara, atau dipergunakan dalam perkara lain maka akan dikembalikan kepada pihak yang berhak dengan menandatangani berita acara,” terang Kasi BB Kejari OKU. (SP@di)

Melalui Sarana Vicon JPU Bacakan Surat Tuntutan Perkara Kasus Korupsi Mantan Kades Pendataran

OKU, penasriwijaya.com – Berstatus masih dalam pandemi virus corona tidak menghalangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ulu (OKU) membacakan surat tuntutan perkara kasus Korupsi.

Kepala Kejaksaan (Kejari OKU) Bayu Pramesti SH., dalam hal itu melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus ) Johan Ciptadi, SH., didampingi oleh anggotanya Ari Dody Wijaya, SH, saat di wawancarai wartawan Kamis (24/9/2020), mengatakan,” kita membacakan surat tuntutan atas kasus korupsi yang menjerat terdakwa atas nama Khairudin (47) mantan Kepala Desa (Kades) Pedataran yang terjerat kasus Dana Desa (DD) tahun 2017.

Surat tuntutan tersebut dibacakan melalui sarana video conference (Vicon) bersama Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Lapas Kelas IIB Baturaja Kabupaten OKU. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Sidang Kades Pendataran ini di Ketua oleh Adi Prasetyo, SH., MH., anggota 1, Junaida, SH., anggota 2 Waslam Makhsid, SH., Panetra, Cecep Sudrajat, SH.MH., adapun dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Johan Ciptadi, SH., Niku Senda, SH., Ade Chandra Prakarsa, SH., Mardiana Delima, SH., Haryandana Hidayat, SH., Ari Dody Wijaya, SH., Yudika Albert Kristian Pangaribuan, SH.,
dan dengan Penasehat Hukum, Eka Sulastri.

Selaku Kasi Pidsus Johan Ciptadi, SH., melalui anggotanya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejari OKU Ari Dody Wijaya, SH., surat tuntutan dibacakan.

Menurut dia, pada perkara tersebut, JPU menuntut Khairudin mantan Kades Pedataran selama 7 tahun penjara dipotong masa tahanan dan denda sebesar 200 juta dengan subsider 6 bulan kurungan,” kata Kasi Pidsus Kejari OKU.

Selain tuntutan tersebut menurut Johan terdakwa juga diwajibkan mengganti kerugian negara sebesar Rp.404.737.761. Jika uang pengganti tersebut tidak dibayarkan oleh terdakwa nantinya, maka diganti pidana penjara selama 1 tahun 10 bulan penjara,” jelasnya.

Johan juga menyampaikan bahwa sidang tindak pidana korupsi tersebut dilaksankan secara online pada Kamis 24 September 2020. Majelis hakim di Pengadilan Tipokor Palembang dan terdakwa di Rutan Baturaja,” terang Kasi Pidsus.

Kasi Pidsus juga menjelaskan bahwa tuntutan 7 tahun penjara tersebut diberikan dengan pertimbangan bahwa hingga tuntutan disampaikan tidak ada kesadaran dari terdakwa Khairudin untuk mengembalikan kerugian negara.

“Kerugian negara tersebut diakui dan digunakan untuk kepentingan pribadi dan bukan disebabkan keterpaksaan atau kelalaian,” tambah Johan.

Menurut Kasi Pidsus Kejari OKU sidang yang telah menghadirkan kurang lebih 50 orang saksi tersebut ditunda hingga pekan depan untuk mendengarkan pembelaan dari terdakwa.

Khairudin merupakan mantan Kepala Desa Pedataran Kecamatan Ulu Ogan yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana Desa dengan kerugian negara Rp.404.737.761,” terang Kasi Pidsus Kejari OKU. (SP@di)