oleh

TPA Sukawinatan Menggunakan Sistem Controlled Landfill

Palembang, Penasriwijaya.com -Menanggapi adanya laporan dari masyarakat diduga ada mobil (DKK) Dinas kebersihan kota Palembang yang mengangkut tanah dari galian umum di Talang Kelapa. Kepala UPT TPA Sukawinatan Zaidan Jauhari menjelaskan, Kamis (1/8/2019)

Menurut Zaidan pengolahan sampah, pihaknya menggunakan sitem controlled landfill yaitu dalah sistem pembuangan yang lebih berkembang dibanding open dumping. “Memang sitem pengolahan itu kita controll landfill, controll landfill itu seyogyanya sudah ada, maka akan kita tutup dengan tanah dulu,” jelas Zaidan saat di konfirmasi di kontor UPT Sukawitan.

Pada metode ini, sampah yang datang setiap hari diratakan dan dipadatkan dengan alat barat. Sampah dipadatkan menjadi sebuah sel. Kemudian, sampah yang sudah dipadatkan tersebut dilapisi dengan tanah setiap lima atau seminggu sekali. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bau, mengurangi perkembangbiakan lalat, dan mengurangi keluarnya gas metan.

Selain itu, dibuat juga saluran drainase untuk mengendalikan aliran air hujan, saluran pengumpul air lindi (leachate) dan instalasi pengolahannya, pos pengendalian operasional, dan fasilitas pengendalian gas metan.

Cuma, sambung Zaidan. “Kalau kita mau beli tanah pake yang mobil dam truk itu kan mahal, jadi kami ambil inisitif sesudah pagi dia buang sampah kan tidak ada kegitan, jadi alangkah baiknya untuk pengiritan biaya kita manfaatkan mobil kita sendiri, tiga rit sore kalau mau ambil sampah lagi silahkan di lokasi masing masing,” ujarnya

Ia membenarkan hal itu terjadi bahwa mobil DKK mengangkut tanah dari galian umum adalah bentuk kegitan rutin, kalau beli langsung biaya terlalu mahal. “Kalau kita mau beli 350.000 ribu rupiah 1 mobil dam truk, kalau kita beginikan bisa mengirit biaya untuk kita pake sendiri, mungkin 1 mobil ada yang dapat 1 rit,” bebernya.

Kegitan itu sudah berlangsung sejak hari sabtu kita dapat cuma 7 mobil, hari minggu libur, hari senin mulai lagi. “Itu benar terjadi untuk internal kita, menutup sampah yang belum aktif di cover soil,” pungkasnya. (NP)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

News Feed