oleh

Pipa Induk Distribusi PDAM Pecah Pegawai Sigap Memperbaiki

OKU, Penasriwijaya.com – Beberapa rumah di Lorong Duku tergenang air  akibat dari Pipa induk distribusi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang berukuran 12 inci dengan diamater 300, pecah. Sabtu (4/7/2020).

Pipa yang tertanam di bawah tanah tepatnya di Lorong Duku, Bakung, kelurahan Kemalaraja Kecamatan Baturaja Timur, muncrat keatas setinggi satu meter lebih, dan akibatnya, muntahan air tersebut menggenangi beberapa kediaman warga setempat.

Dari salah satu warga yang terdampak menjelaskan, “sedikitnya ada lima rumah yang kena banjir akibat pipa PDAM yang pecah tersebut,” kata Rudi Hartono, yang rumahnya berada persis di depan pipa pecah tersebut.

Rudi juga menuturkan, peristiwa ini sebenarnya telah ia laporkan sejak tiga hari lalu. Namun, baru kemarin ketahuan bahwa ada pipa yang pecah. Ya itulah. Saat gorong – gorong dibuka, air muncrat sekitar 3 meter ketinggiannya,” terangnya.

Diketahui, pipa yang tertanam di lorong Duku ini berfungsi mengalirkan air dari unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bakung ke pelanggannya.

Sementara itu Direktur PDAM OKU, H.Abi Kusno melalui Kasi Produksi, Masri, mengatakan “kerusakan fasilitas itu tanpa gejala. Sehingga pihaknya tidak mengetahui jika pipa besar itu, koyak sepanjang 1 meter. “Dua hari belakangan, warga di sekitar pipa yang tertanam mendengar suara aliran air sangat deras di bawah jalan. Setelah dilaporkan, siang tadi kami periksa, dan baru ketahuan ada kerusakan,” terangnya.

Petugas sempat dibuat kaget saat membongkar permukaan jalan. Karena dari pipa induk di bawah jalan, air muncrat bertekanan tinggi. Bahkan, sempat menggenangi rumah dan jalan setinggi mata kaki.

Kasubsi Humas PDAM OKU, Elfanco menambahkan “dampak kerusakan pipa ini mengganggu distribusi air ke pelanggan.

Wilayah yang terdampak, diantaranya Bakung, sebagian Sukajadi, Terusan, Tj Kemala, Sukaraya, Gotong Royong, Jl Lintas Sumatera, Air Paoh dan Perum Guru.

Iya mengharapkan “pelanggan di wilayah itu diminta menghemat air. Karena perbaikan pipa tersebut membutuhkan waktu setidaknya selama sepekan. Kenapa lama. Menurut Fanco, ini karena faktor kondisi lapangan yang menyulitkan petugas dan alat perbaikannya. (Red/SP@di)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

News Feed