oleh

Kejari OKU Dalami Beberapa Kasus Diduga Tindak Pidana Korupsi Di Wilayah Hukumnya

Baturaja, Penasriwijaya.com – Selain menerangkan tentang kasus pembunuhan sadis pemerkosaan anak dibawah umur, dalam keterangan persnya.”Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kajari OKU) Bayu Paramesti, SH., juga menyampaikan beberapa kasus yang diduga Tindak Pidana Korupsi yang terjadi di wilayah hukumnya di Kabupaten OKU.

Bertempat di ruang aula Kejari OKU Kamis (25/3/21). Kajari OKU Bayu Paramesti, SH., didampingi Kasi Pidsus Johan Ciptadi SH., dan Kasi Intel Variska Ardina Kodriyansah, SH., MH., menerangkan,” Kita lagi mendalami beberapa kasus saat ini, salah satunya dinas di Kabupaten OKU tahun anggaran 2015, dan Desa di Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019,” ungkap Kejari OKU.

Adapun Dana Desa yang diperuntukkan untuk perehapan jembatan gantung tahun anggaran 2019, saat ini kita masih mengumpulkan bukti – bukti dan memanggil sebanyak 15 para saksi – saksi untuk dipintahi keterangan, serta kita tinggal menunggu perhitungan kerugian negara dari BPKP perwakilan Palembang. Pembuktian dulu yang kita utamakan,” tegas Kejari OKU.

Nanti apabila semua itu sudah Fiksi, baru la tim penyidik akan menentukan siapa yang harus bertanggungjawab mengenai hal ini,” terang Kajari OKU.

Terpisah Kepala Desa (Kades) di salah satu Kecamatan Semidang Aji Kabupaten OKU berinisial (MY) saat di konfirmasi beberapa wartawan di kediamannya terkait penggunaan Dana Desa yang di alokasikan untuk perehapan jembatan gantung tahun 2019 yang tersebut membenarkan adanya pemeriksaan dari pihak penegak hukum Kejaksaan Negeri OKU.

Sudah saya jelaskan semua pada saat di Kejari OKU, saat saya kesana, bahwa jembatan di desa kami, itu cuman kesalahan Administrasi saja, dan jembatan gantung itu sangat penting bagi warga bukan warga desa sini saja, tetapi beberapa warga desa lainnya juga bisa melintasinya,”ucapnya.(SP@di/Tim).

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

News Feed