oleh

Dansatgas Karhutla Sumsel Siapkan Mobil Tim Pemburu Pelaku Pembakaran Hutan

Palembang, Penasriwijaya.com – Dalam rangka untuk mencegah dan mengatisipasi keamanan Karhutla di Sumsel, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri Komjem Pol. Condro Kirono yang di dampingi Dansatgas Karhutlah Danrem 044/Gapo Kol. Arh Sonny Septiono melakukan patroli udara, Rabu (14/8/2019).

Dalam patroli udara yang dilakukan tadi tidak sampai di Muba, dimana masih terdapat kebakaran yang muncul tadi malam, dan hari ini helicopter water bombing telah bergerak untuk mengatasinya.

“Kita tadi melakukan patroli udara memantau hotspot tapi kita tidak sampai Muba, tadi di Ogan Ilir, Banyuasin, Muraenim, Pali, itu hanya ada satu titik api tapi asap tidak begitu besar, yang besar itu ada di Bayunglincir Muba. Namun itu muncul tadi malam pagi ini water bombing sudah kesana,” terang Kabaharkam Polri di Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) di dampingi Dansatgas Karhutla Sumsel.

Disinggung mengenai intruksi tembak di tempat jika kedapatan pelaku pembakar hutan menurut Kabaharkam, pelaku pembakaran akan di proses hukum, dan dilakukan penegakan hukum dangan adanya barang bukti jika mengadakan perlawanan dan membahayakan petugas maka akan ditindak tegas. “Itu sebenarnya kalau melakukan perlawanan membahayakan petugas, membahayakan keselamatan orang” ucapnya.

Terpisah, Dansatgas Karhutlah Danrem 044/Gapo Kol.Arh.Sonny Septiono mengatakan, di Muba Bayunglincir itu mulai kemarin sore baru didapatkan itu di kawasanya PT. “Karena sudah sore kita upaya dulu peralatan yang ada punya PT dibantu dengan BPBD, TNI, Polri yang ada disana tapi walaupun jangkauannya agak lama menjangkau ke titik api itu, akhirnya sampe malam, pagi tadi masih ada titik api. Kalau kita lihat di hotspot itu ada tujuh titik api di Muba itu di sekitar situ semua, tadi pagi-pagi sudah kita kirim heli dua, helicopter bombing, ” ungkapnya di ruang lobi Makorem 044/Gapo

Lebih lanjut Dansatgas menuturkan, sampai saat ini belum padam juga dan mudah-mudahan nanti ada bantuan. “Ini baru kita kontek dua heli lagi dari Sinarmas yang mau bantu heli water bombing, mudah-mudahan nanti, ya kita berdoa hari ini bisa padam,” ujarnya.

Mengenai luas lahan yang terbakar di Bayunglincir seputaran wilayah perusahaan itu, Dansagas belum bisa untuk memprediksi masih dalam proses. Menurut ia yang berhak mengeluarkan luas lahan terbakar itu dinas kehutanan.

“Kita baru prediksi tapi sudah kita rapatkan kemarin satu pintu, pengeluran luas lahan kebakaran itu hanya dinas kehutanan yang boleh berhak karena mereka punya alatnya, kalau kita nanti salah, kalau diprediksi saja bisa kurang bisa lebih dari pada salah saya minta satu pintu, jadi setiap sore dinas kehutanan dia akan memetakan baru dia kirim ke posko, baru ketahuan jadi kita bukan hanya asal prediksi kalau prediksi natinya bisa ngawur,” ucapnya.

Disinggung mengenai hasil dari rapat evaluasi yang perlu didukung Dansatgas Karhutla Sumsel mencontohkan ia meminta peran dari semua pihak terkait. “Saya minta itu peranya dari dinas-dinas provinsi maupun kabupaten yang terkait. Contoh sederhana saja, begitu Tim bergerak memadamkan disitu mereka kan cuma datang itu orang kemudian alat pemadam, gak ada dukungan yang lain, sehingga paling tidak dinas kesehatan ada ambulan di situ, begitu ada emergency bisa langsung di bawa, ada pertolongan pertama, ada obat-obatan, ada vitamin untuk anggota-angota yang di lapangan, contohnya seperti itu yang saya minta di dinas-dinas terkait itu. Makanya saya tekan, itu salah satu contoh saja, belum di dinas-dinas yang lain, bisa berperan semua termasuk Kominfo, Kominfokan tugasnya dokumentasi publikas. Sehingga pemberitaan itu gak liar,” ulasnya mecontohan

Mengenai terdapat titik asap di Ogan Ilir menurut Dansatgas itu kecil hanya asap saja mudah-mudahan heli bergerak asap dan api segera padam hanya dua itu yang ketemu hari ini. “Tapi kita waspada siang ini yang biasanya itu mulai jam 1 keatas itu di OI, OKI sudah mulai ada kita standby di situ, makanya kitakan ada 5 heli yang satu lagi perawatan yang dua di Muba yang dua kita standby kan di sini untuk yang tadi satu kita gerakan, yang satu untuk cadangan kalau nanti siang ini kita siapa tau ada, harapannya gak ada,” bebernya.

Dansatgas Karhutla Sumsel tetap melakukan patroli udara maupun darat sosialisasi, kemudian menurutnya seperti yang disampaikan saran oleh Kabaharkam Polri kemarin akan melaksanakan membuat brending di mobil-mobil patroli, Polisi, mobil patroli Tentara ditulisi Tim Pemburu Pembakar Hutan.

“Itu akan kita mulai mungkin dalam waktu dekatlah, secepatnya dan itu perlu waktu juga menyiapkannya. Itu semuanya perlu ya semuanyalah kita lihat, dan dukungan kendaran patroli pun gak semuanya ada di Kodim-Kodim itu kan. Untuk khusus Karhutla juga gak ada mungkin kita akan bekerja sama dengan yang punya kendaraan patroli di situ ada personil kita tapi di brending seperti itu. Tim Pemburu Pelaku Pembakaran Hutan untuk efek jera. Sudah ada yang di tangkap beberapa orang,” tutupnya. (NP).

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

News Feed