oleh

Danrem 044 Gapo Gelar Rakor Karhutla Bersama Pelaku Usaha Perkebunan

Palembang, Penasriwijaya.com – Danrem 044/Garuda Dempo Kolonel Arh. Sonny Septiono mengadakan Rakor (rapat koordinasi) kebakaran hutan dan lahan terhadap pengelola usaha perkebunan dan Kehutanan, untuk mengantisipasinya, Selasa (10/9/2019).

Berdasarkan data prediksi cuaca dari BMKG puncak kemarau akan terjadi di bulan Agustus hingga September dengan kondisi lebih kering dibandingkan kemarau tahun 2018.

Perkiraan hujan oleh BMKG pada periode Agustus hingga Oktober rendah oleh karena itu perlu diwaspadai wilayah-wilayah yang mengalami periode musim kemarau pada tahun 2019 ini, akan lebih kering terutama di bagian Selatan Sumatera.

Oleh sebab itu untuk mengantisipasi kekeringan yang berkepanjangan mengakibatkan kebakaran hutan terutama lahan-lahan perkebunan dan lahan kosong yang dimiliki oleh pengelola usaha. Danrem 044/Garuda Dempo Kolonel Arh. Sonny Septiono, mengharapkan perusahaan menjaga dan bertindak aktif dalam menimalisir karhutla yang terjadi di wilayah konsersi perkebunannya, karena yang menjadi korban terlalu banyak terutama masyarakat disekitar perkebunan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat

“Kebakaran kebun dan lahan itu,99% disebabkan oleh manusia dan 1% disebabkan oleh alam itu sendiri. Saya akan menindak tegas terhadap para teroris lingkunganā€¯ ini,” ucapnya

Ia menyebutkan akan bertindak tegas kepada pengelola perkebunan dan perusahaan yang membiarkan lahan konsesinya terbakar. “Saya akan berkoordinasi dengan pihak Satgas Gak Kum dalam hal ini Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dan berupaya mengadakan penyegelan pada lahan yang terbakar, bila perlu tidak memberikan izin kepada pihak perusahaan yang lahannya masih terbakar,” tegasnya

Pengelola usaha perkebunan dan kehutanan yang mengikuti rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla siang ini tidak ada yang membiarkan daerah konsersinya terbakar. Akan tetapi malah mengambil peran aktif dalam pencegahan kebakaran yang ada sekitar daerah yang dikelola.

Danrem juga menghimbau kepada pihak pengelola kehutanan dan perkebunan harus tanggap dengan deteksi dini dan aksi dini bila ada kebakaran, untuk itu pengelola diharapkan melengkapi perusahaannya dengan alat pemadaman yang memadai, seperti adanya Damkar menara pantau. Banyak sumur bor sebagai sumber air apabila terjadi kebakaran, membuat block-block kanal sebagai sumber air.

Diakhir pemaparannya Danrem menghimbau agar melakukan semua itu dengan hati yang tulus dan ikhlas, asap tidak terjadi lagi dilingkungan kita. Mari kita jaga alam, agar alam menjaga kita. (NP)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

News Feed