oleh

Bupati OKU Beserta Forkopimda OKU Mengikuti Video Conference

OKU, Penasriwijaya.com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) beserta Forkopimda OKU mengikuti Video Conference bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) beserta Forkopimda Provinsi Sumsel bertempat di ruang Induk rumah dinas Bupati OKU Jumat, (17/04/2020).

Sehubungan dengan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Wilayah Sumsel, maka Gubernur Sumsel mengadakan rapat Koordinasi melalui Video Conference kepada Bupati/Walikota Se Sumsel dalam penanganan pencegahan Covid-19 baik dari beberapa aspek dengan meningkatnya Positif Covid-19 di Prov Sumsel, Herman Deru optimis Covid-19 ini bisa di sembuhkan jangan sampai masyarakat dihantui rasa ketakutan dan terganggu psikologis nya hal ini yang harus jadi perhatian kita semua agar bisa mencari solusinya supaya masyarakat kita merasa lebih tenang dan nyaman.

Untuk diketahui bahwasannya Jumlah ODP di Provinsi Sumsel semakin banyak, ODP sendiri sulit terpantau karena kurang sadarnya masyakrakat untuk memeriksakan diri dan melapor ke petugas kesehatan dan terkait PDP yang negatif kita anjurkan untuk melaksanakan isolasi secara mandiri. Sebanyak 37 warga sumsel dinyatakan positif Covid-19 untuk itu diharapkan Tim Satgas Kab/Kota agar terus melaksanakan Update data secara tepat dan akurat. Dampak lainnya yang dihadapi seperti keamanan, ekonomi, dan dampak sosial lainnya”, kata Gubernur.

Pangdam II Sriwijaya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 diharapkan selalu bersinergi melakukan pengecekan/pemeriksaan kepada pendatang yang dilakukan oleh satgas Covid-19 masing-masing untuk meminimalisir penyebaran Covid-19″, terangnya.

TNI akan selalu hadir membantu pengamanan kegiatan satgas Covid-19, membantu Polri dalam sosialisasi Maklumat Kapolri termasuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kita telah mengintruksikan kewilayah Kab/Kota agar menyiapkan lokasi cadangan pemakaman dan pengamanan khusus jenazah bila terjadi hal yang tidak diinginkan atau penolakan dari masyarakat.

Kapolda Sumsel juga menyampaikan dari 48 peserta siswa pendidikan Diktukba Asal Polda Sumsel dari Sukabumi. Setelah melakukan beberapa kali Proses Rapid Test di Rumah Sakit Bhayangkara terdapat 11 siswa yang Positif Covid-19.

Sehubungan dengan itu penularan Covid-19 bukan hanya berasal dari Carrier atau si pembawa virus. Untuk itu mari kita tingkatkan pelaksanaan pencegahan karena masyarakat belum memahami bahaya dampak dari wabah Covid-19.

Ini adalah gambaran untuk kita semua supaya kita sadar akan cepatnya penyebaran virus ini serta saya berharap untuk kesadaran masyarakat kita akan bahayanya virus ini.

Pemerintah selalu memaksimalkan upaya pencegahan dengan terus tinggal dirumah, harus menjaga jarak, selalu mengunakan masker. Serta agar masyarakat tidak mudah terpengaruh atas ajakan dan propokasi dari oknum2 yang tidak bertanggu jawab.

Kita juga siap mengamankan disaat pemakaman pasien Covid-19 dan memastikan tidak akan ada gangguan.

“Kita juga telah mensosialisasikan ke pada masyarakat agar masyarakat memahami tata cara dan SOP pemakaman jenazah covid-19 supaya masyarakat tidak merasa was-was lagi ini dirasa penting dilakukan.

Dalam hal ini, Kajati Sumsel berterima kasih, Gubernur Sumsel telah menginisiasi dalam hal pendampingan dan pengawasan pengeloaan keuangan penanganan Covid-19.

Kajati mengharapkan Forkopimda Kab/Kota bahwa Gubernur Sumsel sudah melakukan MOU dengan Kejati dan BPKP mengenai pengelolaan penganggaran Covid-19, Untuk Itu kejaksaan bersedia melakukan pendampingan untuk Refocusing dan Realokasi anggaran terkait Covid-19”, harapnya.

Hadir acara, Forkopimda OKU, Sekda OKU, Satgas Covid-19 Kabupaten OKU. ( SP@di )

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

News Feed