Kejari OKU Berhasil Menyita Barang Bukti Dari 259 Perkara Di Tahun 2020

OKU, Penasriwijaya.com – Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kejari OKU) tercatat di tahun 2020 ini berhasil menyita Barang Bukti (BB) Dari 259 perkara.

Hal itu di sampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Bayu Pramesti melalui Kepala Seksi (Kasi) Barang Bukti dan rampasan F.A Huzni SH., saat di bincangi wartawan di ruang kerjanya. Selasa. (29/12/2020).

Dari jumlah itu, terdapat 114 item barang bukti yang telah di kembalikan kepada pemiliknya, 25 item dirampas Negara, 63 item masih dalam proses, dan 35 item sudah dilelang,” kata Huzni.

Selain itu, pihaknya juga telah memusnahkan barang bukti seperti Narkoba dan senpi beberapa waktu lalu. Untuk pemusnahan barang bukti, kita telah memusnahkan sebanyak 42 perkara berupa narkotika, Senjata Api (Senpi) serta Senjata Tajam (Sajam). di tambah dengan beberapa perkara kasus perjudian dan migas,” jelas Huzni.

“Sedangkan untuk narkoba telah kita musnahkan sebanyak 162,7507 gram dari 33 perkara, ekstasi sebanyak 52 butir dari 4 perkara, ganja sebanyak 1039,55 gram dari 5 perkara. Kita juga telah memusnahkan 9 pucuk senjata api rakitan dari 9 kasus, 33 munisi, 22 bilah senjata tajam dari 20 perkara, 40 barang bukti berkaitan dengan kasus pencurian, penipuan dan pembunuhan, serta 6 jenis barang bukti dari 6 kasus perjudian, kelalaian dan migas.” terang Huzni.

Adapun pada tanggal 23 Desember 2020 Kejari OKU telah melaksanakan lelang barang bukti rampasan Negara sebanyak 35 berkas perkara. dari hasil lelang itu, terkumpul dana sebesar 54.436.440 Rupiah.

“Kita telah melalang 35 item barang bukti itu secara online melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Propinsi sumatera selatan. Dan dari 35 item itu ada 7 item yang tidka ada peminatnya. selebihnya semua terjual dan hasilnya negara mendapat kan hasil sebesar 54.436.440 rupiah.” jelas Huzni.

Di tahun 2021 ini, pihaknya berencana akan melanjutkan lelang beberapa item yang belum ada pemintanya. di tambah dengan barang bukti lain yang belum tereksekusi. “Kita akan lelang lagi untuk 7 item barang yang belum ada peminatnya ini. dan akan kita tambah dengan barang bukti lain. insya Allah di tahun 2021,”pungkasnya.(SP@di)

Kajari OKU Beserta Kasi Dan Kasubsi Mengikuti Giat Pengambilan Satgas Melalui Video Confrence

OKU, Penasriwijaya.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan Bayu Paramesti, SH., beserta para Kepala Seksi (Kasi) dan Kasubsi dilingkungan Kejari OKU mengikuti kegiatan pengambilan sumpah anggota Satuan Tugas 53 (Satgas 53) melalui video confrence, di ruang Aula Kejari OKU Senin. (28/12/2020)

Sebanyak 31 orang anggota Satuan Tugas (Satgas) 53 dilantik dan diambil sumpahnya langsung oleh Jaksa Agung RI Dr. Burhanuddin, SH., MH., di aula Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kompleks Perkantoran Kejaksaan Agung, Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Satuan Tugas 53 dibentuk berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 261 Tahun 2020 tanggal 21 Desember 2020 tentang Pembentukan Satuan Tugas 53, dan selanjutnya telah diterbitkan Surat Perintah Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: PRIN-107/A/JA/12/2020 tanggal 22 Desember 2020 kepada 31 (tiga puluh satu) orang anggota Satgas 53 yang hari ini telah dilantik dan diambil sumpahnya oleh Jaksa Agung Republik Indonesia.

Pertimbangan Pembentukan Satuan Tugas 53 berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia pada pembukaan Rapat Kerja Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2020 pada tanggal 14 Desember 2020 telah memerintahkan kepada Jaksa Agung untuk melakukan penguatan Pengawasan dan Penegakan Disiplin Internal Kejaksaan Republik Indonesia guna menjadi role model penegak hukum yang bersih, profesional, akuntabel, dan berintegritas.

Pembentukan Satuan Tugas 53 bertujuan untuk mengoptimalkan pengawasan internal, pencegahan, dan melakukan deteksi dini terhadap oknum Jaksa dan/atau Pegawai Kejaksaan yang berpotensi akan melakukan penyimpangan, penyalahgunaan kewenangan, ataupun perbuatan tercela lainnya yang dipandang akan merusak citra dan wibawa Kejaksaan Republik Indonesia.

Adapun susunan dan keanggotaan Satuan Tugas 53 bersifat ex officio terdiri dari: Ketua I (Jaksa Agung Muda Intelijen); Ketua II (Jaksa Agung Muda Pengawasan); Sekretaris (Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan); Anggota: Kepala Pusat Penerangan Hukum (Ketua Tim I/Penerimaan Laporan dan Aduan Masyarakat); Direktur Ideologi, Politik, Pertahanan, dan Keamanan pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Ketua Tim II/Deteksi Dini); Inspektur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Ketua Tim III/Tindakan Dini); Inspektur Muda Kepegawaian dan Tugas Umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Anggota Tim I); Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga pada Pusat Penerangan Hukum (Anggota Tim I); Inspektur Muda Tindak Pidana Umum, Perdata dan Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Anggota Tim II); Kepala Sub Direktorat Pemantauan pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Anggota Tim III); Inspektur Muda Intelijen dan Tindak Pidana Khusus pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Anggota Tim III); Kepala Sub Direktorat Cegah tangkal, Pengawasan Orang Asing, Pengamanan Sumber Daya Organisasi Kejaksaan, dan Pengamanan Penanganan Perkara pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Anggota Tim III); Kepala Sub Bidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah pada Pusat Penerangan Hukum (Anggota Tim I); Kepala Seksi Lawfull Interception, Intelijen Sinyal dan Klandestin pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Anggota Tim II); Kepala Seksi Pengamanan Sumber Daya Organisasi Kejaksaan dan Pengamanan Penanganan Perkara pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Anggota Tim III); serta dibantu Jaksa pada Bidang Intelijen, Jaksa pada Bidang Pengawasan, Jaksa pada Pusat Penerangan Hukum (Anggota Tim I, Tim II, dan Tim III).

Dalam amatnya, Jaksa Agung menyampaikan apresiasi kepada Jaksa Agung Muda Intelijen dan Jaksa Agung Muda Pengawasan beserta jajarannya yang telah berkerja keras melaksanakan tugas dan fungsinya, baik dalam rangka mencegah adanya potensi pelanggaran oknum Kejaksaan maupun dalam rangka menindak dengan tegas setiap pelanggaran disiplin.

“Pembentukan Satgas 53 ini bukanlah sebagai koreksi, melainkan justru untuk memperkuat dan mempercepat kinerja intelijen dan pengawasan dalam hal penyajian informasi, akurasi, dan kecepatan bertindak dalam menyelesaikan setiap dugaan pelanggaran disiplin,” jelas Jaksa Agung.

Pembentukan Satgas 53 ini menurut Jaksa Agung senafas dengan arahan Presiden Republik Indonesia pada pembukaan rapat kerja Kejaksaan Republik Indonesia tahun 2020 pada tanggal 14 Desember 2020.

Dalam arahannya, Presiden telah menyampaikan Kejaksaan adalah wajah penegakan hukum Indonesia di mata masyarakat dan internasional. Setiap tingkah laku dan sepak terjang setiap personil di Kejaksaan dalam penegakan hukum akan menjadi tolak ukur wajah negara dalam mewujudkan supremasi hukum di mata dunia. Oleh karena itu, penguatan terhadap pengawasan dan penegakan disiplin internal dalam tubuh Kejaksaan adalah hal yang tidak dapat ditawar lagi.

Dalam pemberian nama Satgas 53 ini, menurut Jaksa Agung dirinya terilhami dari Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri atau yang biasa kita sebut PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dalam PP 53 terkandung berbagai macam muatan kewajiban, larangan, dan jenis-jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan.

“Setiap penjatuhan hukuman disiplin haruslah dipandang sebagai bentuk pembinaan, sehingga yang bersangkutan dapat memperbaiki diri dan berperilaku menjadi lebih baik lagi. Perilaku dan sikap baik yang diterapkan oleh setiap pegawai tentunya akan membawa pula dampak positif bagi institusi. Suatu institusi akan dipandang baik oleh masyarakat jika aparaturnya memiliki landasan integritas yang tak tercela. Oleh karena itu, maksud dan tujuan dibentuknya Satgas 53 adalah untuk mewujudkan Kejaksaan yang bersih dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap instansi Kejaksaan,” lanjut Jaksa Agung.

Satgas 53 ini terdiri dari gabungan antara bidang Jaksa Agung Muda Intelijen, Jaksa Agung Muda Pengawasan, dan Pusat Penerangan Hukum yang memiliki karakteristik fungsi yang berbeda namun saling melengkapi.

“Saya menunjuk Jaksa Agung Muda Intelijen sebagai Ketua I Satgas 53 dengan harapan penanganan pelanggaran disiplin dapat ditinjau dari ranah pencegahan, bukan lagi sekadar dalam rangka penindakan. Melalui fungsi intelijen, dugaan pelanggaran disiplin dapat diketahui sejak awal melalui deteksi dini. Dengan upaya dan metode pendeteksian dini ini akan lebih mencegah dan menghindarkan setiap personil Kejaksaan dari perbuatan tercela dan yang dapat merugikan institusi,” bebernya.

Menurut Jaksa Agung Satgas 53 adalah akselerator dan terobosan penegakaan disiplin. Oleh karena itu, kepada Ketua Satgas I (Jaksa Agung Muda Intelijen) dan Ketua Satgas II (Jaksa Agung Muda Pengawasan) agar memastikan keberadaan Tim ini tidak overlaping dengan bidang-bidang lain yang sudah ada,” jelas Jaksa Agung.

Dalam struktur Satgas 53 ini dibentuk 3 (tiga) Tim yang saling berkesinambungan yaitu Tim I sebagai Penerima Laporan dan Aduan Masyarakat, dilanjutkan oleh Tim II dalam Deteksi Dini, dan ditindaklanjuti oleh Tim III dengan melakukan Tindakan Dini.

Jaksa Agung mengharapkan, Pusat Penerangan Hukum yang memiliki fungsi hubungan masyarakat dalam menerima setiap laporan dan aduan masyarakat, sehingga diharapkan dapat menjadi gerbang informasi terkait perilaku dan kinerja pegawai Kejaksaan di seluruh penjuru Indonesia.

Kemudian dalam Bidang Intelijen yang memiliki kemampuan analisis melalui perangkat intelijen akan bergerak menggali lebih dalam informasi dan data yang diterima. Dan dalam Bidang Pengawasan akan menjadi tempat pendisiplinan bagi setiap oknum Jaksa dan/atau pegawai Kejaksaan yang melakukan pelanggaran disiplin.

Kolaborasi dan sinergisitas ketiga lintas bidang ini diharapkan Jaksa Agung dapat semakin memperkuat peran Pengawasan selaku pelaksana pengendali intern Kejaksaan. Pengawasan memiliki elemen vital dan berpengaruh dalam memastikan keberhasilan kinerja di seluruh bidang sesuai dengan kode etik, stadar prosedur operasional, dan peraturan perundang-undangan. Terlebih saat ini institusi Kejaksaan terus menerus menjadi bahan perhatian, sorotan, dan sekaligus harapan publik.

Melalui penguatan tersebut, kehadiran Satgas 53 diharapkan akan menjadi motor penggerak yang mengakselerasi perubahan dan perbaikan institusi Kejaksaan yang kita banggakan ini, sehingga Kejaksaan akan menjadi role model penegak hukum yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

“Ekspetasi saya terhadap saudara sekalian sangat tinggi dalam mewujudkan Kejaksaan yang bersih dan meningkatnya kepercayaan publik terhadap instansi Kejaksaan. Oleh karena itu jangan kecewakan saya. Saya kerap menyampaikan jika saya tidak butuh jaksa pintar tapi tidak berintegritas, saya butuh jaksa pintar dan berintegritas! Oleh karenanya, bantu saya mewujudkannya. Dan dari kinerja saudaralah saya berharap akan terbentuk dan tercipta Jaksa-Jaksa dan Pegawai Kejaksaan yang berintegritas,” tegas Jaksa Agung. (Red/SP@di)

Pelaku Pemerkosaan Dan Pembunuh Anak Dibawah Umur Dituntut Hukuman Seumur Hidup

OKU, Penasriwijaya.com – Teringat dengan peristiwa pada awal Bulan April 2020 lalu, kejadian yang menimpah RN (12),  siswa pelajar SMP Negeri 10 Desa Tubohan yang tewas diperkosa dan dibunuh tepatnya di Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (Kab.OKU).

Kejadian yang sempat menghebohkan masyarakat OKU beberapa waktu lalu. Pelaku geji itu dilakukan oleh Aldi Sukma (19) yang bermodus sebagai pelatih Pramuka dan diancam dengan hukuman berat oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKU.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU, Bayu Pramesti SH., didampingi Kasi Pidum Mirsyahrizal SH MH., saat mengatakan,”kasus itu tinggal menunggu putusan dari majelis hakim pengadilan negeri Baturaja. “Terdakwa dituntut hukuman seumur hidup oleh jaksa penuntut umum (JPU),” kata Kasi Pidum saat dikonfirmasi Wartawan pada Jumat (25/12) lalu.

persidangan yang berlangsung secara jarak jauh, terdakwa dijerat pasal berlapis. Primer ke 1 diancam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 339 KUHP, lebih subsider Pasal 338.

Terdakwa terkena Pasal 81 ayat 1 PP pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang ditetapkan menjadi Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2016 Jo Pasal 76 D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Fakta dalam persidangan dakwaan Pasal 340 KUHP dan Pasal 81 itu. Hal yang memberatkan, sebutnya, tidak ada perdamaian, terdakwa berbelit – belit, serta perbuatan tersebut meresahkan masyarakat, terdakwa perlu diberikan sanksi tegas, sebutnya, sebagai bentuk perlindungan kepada anak. Jangan ada korban lainnya, dan orang berfikir dua kali untuk melakukan kejahatan serupa.

Warga Desa Tubohan pada Jumat (3/4/2020) lalu dihebohkan dengan temuan jazad seorang perempuan muda sekitar jam 15.00 WIB, di Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji. Korban ditemukan masih mengenakan pakaian seragam pramuka, dengan kondisi terikat tali warna merah pada bagian kaki, di salah satu kebun warga Tantowi. Korban diketahui sempat pamit saat itu ikut kegiatan pramuka di SMP N10 OKU. (Red/SP@di)

Warga RT/RW.15/04 Kelurahan Sekarjaya Rutin Adakan Ronda

OKU, Penasriwijaya.com – Kekompakan dalam menjalankan tugas ronda, warga RT 15.RW 04 Kelurahan Sekarjaya Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (Kab.OKU) patut diapresiasi. Hal ini terlihat pada hari rabu malam Kamis (17/12/2020).

Ketua Rukun Tetangga (RT) Heri Haryadi menyampaikan bahwa belum lama ini pos kamling rawa bangun RT. 15 di kunjungi oleh Kasat Binmas Polres OKU. AKP, Marjuni SE. Msi. dan juga di dampingi Bhabin kamtibmas sekarjaya Bripka Abdillah iqbal S.sos. Guna memantau dan menyerahkan bantuan peralatan ronda berupa masker, senter dan jas hujan.

Selain itu Kasat menyampaikan bahwa, “beliau salut dengan warga Rt 15 yang kompak dan sanggup mempertahankan ke aktifan jadwal ronda hingga bisa sampai tahun ke tiga”.

Selanjutnya Ketua RT.15 Heri Haryadi juga mengatakan,”bahwa warga di sini merupakan warga yang taat dan kompak,” ujarnya.

Warga RT/RW.15/04 pada saat mengadakan ronda
Warga RT/RW.15/04 Kelurahan Sekarjaya Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu pada saat mengadakan ronda

Untuk soal ronda ini, sudah ada jadwal setiap grup atau kelompoknya yang dibagi 5 atau 6 orang per kelompok setiap malamnya. Juga pos kamling Rawa Bangun ini telah berjalan tahun ke tiga serta telah mendapatkan penghargaan tingkat kabupaten bahkan provinsi se Sumsel, ini semua berkat binaan dari Polres OKU dan Polsek Baturaja Timur juga Bhabinkamtibmas Sekarjaya dan bekerja sama dengan masyarakat RT 15,” paparnya.

“Saya bangga, dalam segi gotong royong tak diragukan lagi kebersamaannya, apalagi kalau ada warga yang tertimpa musibah, spontan semua yang mengetahui akan berduyun – duyun mendatangi ahli musibah”, ungkapnya

Sementara itu petugas ronda yang jaga malam ini Selamet Makmur mengungkapkan,”selaku warga yang baik dan taat akan aturan kita harus menjalankan aturan tersebut. Tapi jangan lupa dengan himbauan pemerintah, kita harus tetap mengedepankan protokol kesehatan”, katanya.

Wibowo Afriandi juga menambahkan,” ronda ini adalah keharusan bukan kewajiban, karena sewaktu-waktu kita berhalangan hadir kita bisa mencari atau menyuruh orang lain untuk menggantikan kita.

Semoga untuk kedepannya giat ini tatap ada dan berlanjut,” tutup Wibowo. (Mars)

Kejari OKU Mengumumkan Lelang Barang Rampasan Dan Syarat Untuk Mengikuti

OKU, Penasriwijaya.com – Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kejari OKU) dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palembang akan mengadakan penjualan dimuka umum (lelang) terhadap Barang Rampasan dengan penawaran tanpa kehadiran peserta lelang melalui internet

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU Bayu Pramesti SH., melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Barang Bukti dan Rampasan, F.A.Huzni, S.H, Rabu, (16/12/2020).

Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Rampasan Kejari OKU. F.A.Huzni,SH

Adapun Syarat – syarat dan ketentuan untuk mengikuti lelang dengan mengakses url www.lelang.go.id,

1. Memiliki akun yang telah terverifikasi pada website.
2. Syarat dan ketentuan serta tatacara mengikuti lelang dapat dilihat pada alamat website diatas.
3. Barang yang dilelang dalam kondisi apa adanya (as is), apabila terdapat kerusakan, kekurangan, dan resiko lainnya menjadi tanggung jawab sepenuhnya pembeli/ pemenang lelang.
4. Semua obyek lelang tersebut tidak dilengkapi / tidak ada bukti
5. kepemilikan (STNK dan BPKB).
Legalitas objek lelang formil dan materil, Nilai Limit, foto objek lelang, penyerahan objek lelang kepada pemenang lelang sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemohon Lelang / Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu.
6. Open house/pengecekan fisik objek lelang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 21 Desember 2020 dimulai jam 09.00 s.d 15.00 WIB di Kantor Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu.
7. Peserta Lelang yang tidak hadir/ tidak melihat obyek lelang dianggap telah mengetahui, menyetujui dan menerima syarat-syarat lelang serta kondisi obyek lelang apa adanya (as is).
8. Peserta Lelang wajib menyetor uang jaminan melalui nomor VA ( virtual Account) masing-masing peserta lelang, nomor VA dapat dilihat pada menu status lelang di alamat domain masing-masing peserta lelang setelah berhasil melakukan pendaftaran dan data identitas dinyatakan valid.
9. Batas waktu penyetoran secara tunai/pemindahbukuan/ATM/lainnya (end off day) untuk efektif masuk Rekening mengacu pada ketentuan masing-masing Perbankan dan itu bukan kewenangan KPKNL Palembang.
10. Jumlah nominal uang jaminan penawaran lelang harus sama dengan uang jaminan yang disyaratkan pada Pengumuman Lelang dan disetorkan sekaligus (tidak boleh dicicil) dan harus sudah efektif masuk rekening KPKNL Palembang paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang.
11. Segala biaya yang timbul akibat transaksi perbankan (RTGS/ Transfer/ Kliring) menjadi tanggung jawab peserta lelang dan tidak boleh mengurangi besaran uang jaminan.
12. Uang jaminan peserta lelang yang tidak disahkan sebagai pembeli, akan dikembalikan seluruhnya tanpa potongan apapun di luar mekanisme transaksi perbankan.
13. Pemenang Lelang wajib melunasi pembayaran lelang paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan lelang. Apabila Pemenang lelang tidak melunasi kewajiban sesuai batas
waktu tersebut, maka uang jaminan penawaran lelang disetorkan ke Kas Negara sebagai PNBP pada Kementerian Keuangan.
14. Pemenang Lelang dapat mengambil Objek lelang paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah batas akhir pelunasan pembayaran lelang dengan menunjukkan asli kuitansi lelang dari KPKNL Palembang dan KTP pemenang lelang (paling lambat hari Selasa tanggal 12 Januari 2021). Apabila pemenang lelang belum mengambil objek lelang tersebut,maka Panitia Lelang tidak bertanggung jawab lagi terhadap objek lelang dalam bentuk apapun.
15. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan/ penundaan pelaksanaan lelang terhadap barang tersebut maka pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan apapun kepada Pejabat Lelang/ KPKNL Palembang/Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu.
16. Informasi terkait objek lelang hubungi Panitia Lelang Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu, Telp. (0735) 320101 dan informasi terkait teknis lelang hubungi Seksi Pelayanan Lelang KPKNL Palembang, Telepon (0711) 352574,” jelas Kasi BB Kejari OKU. (SP@di)

Silahturahmi Kabid Humas Polda Bersama Awak Media Mitra Polda Sumsel

Palembang, Penasriwijaya.com – Kepala Bagian Bidang (Kabid) Humas Polisi Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) Kombes Pol Drs Supriadi MM., diwakili Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumsel AKBP Iraliansah SH., didampingi Kasubbid PID Kompol Dody Surya Sik., Kasubbid Mulmed Kompol Sukarminto, SH., bersilahturrahmi bersama Awak Media Mitra Polda Sumsel, bertempat di Pempek Natasha Hangtuah Palembang Senin,(7/12/2020).

Pada kesempatan itu Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumsel AKBP Iraliansah SH., mengucapkan terima kasih atas kehadirannya kepada rekan – rekan media baik cetak, elektronik online tv radio, sembari memperkenalkan diri Kasubid Penmas dan Kasubid mulmed dan PID Bid humas Polda Sumsel mengajak rekan – rekan awak media untuk sama – sama membantu dalam menjaga pemberitaan yang menyejukkan Masyarakat. Angkatlah berita yang positif, kegiatan anggota Polri dalam melaksanakan tugas dimasyarakat.

“Dan hendaknya rekan – rekan jurnalis dapat mengedukasi pemberitaan yang mengajak masyarakat dalam menjaga Kamtibmas kondusif yakni menyatukan masyarakat bukan memprovokasi masyarakat,

Dirinya juga mengharapkan kepada rekan media dapat mengangkat berita good news (berita baik) bukan bad news (berita buruk) serta mengangkat kinerja Polri dalam melayani masyarakat insyaallah dengan koordinasi dan berbagi informasi yang baik antara kita polri dan rekan – rekan jurnalis kenyamanan dan kesejukan pemberitaan dimasyarakat akan kita peroleh apalagi sebentar lagi Pilkada serentak ditujuh Kabupaten diwilayah Sumsel,” ucap AKBP Iraliansah ,SH.

Pada kesempatan itu dilanjutkan dengan acara ramah – tamah diisi dengan tanya jawab dan makan bersama sebelum acara berakhir. ( Sadiman )

Berikan Pembinaan Terhadap WBP Lapas Muara Enim Gandeng Cinta Qur’an Foundation Dalam Program IBBQ

Muara Enim, Penasriwijaya.com – Sebagai salah satu bentuk Pemberian Pembinaan Kepribadian, Lembaga Kelas (Lapas) IIB Muara Enim bekerjasama dengan Cinta Qur’an Foundation menghadirkan sebuah program Indonesia Bisa Baca Qur’an (IBBQ) terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Muara Enim yang berlangsung secara Virtual, bertempat di Masjid Al-Muzakkir Lapas Muara Enim Senin, (07/12/2020)

Kegiatan Program Indonesia Baca Qur’an (IBBQ) yang diikuti sebanyak 25 orang WBP dan diselenggarakan selama 4 hari ini merupakan Program Pelatihan Gratis Baca Qur’an yang diselenggarakan di seluruh Indonesia dengan tujuan untuk mengentaskan dan membebaskan buta Aksara Qur’an.

Dalam pelatihan tersebut, salah satu Trainer Ust. Asep Sutrisna memberikan pelatihan secara Virtual dengan Metode Tahrir yaitu metode pembelajaran membaca Al Quran secara cepat, Mudah, Menarik dan Menyenangkan, sehingga 25 Orang WBP Lapas Muara Enim pun sangat antusias dalam mengikuti setiap pelatihan yang diberikan

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Enim, Herdianto, Amd.IP, SH, M.Si menuturkan bahwa Program Indonesia Bisa Baca Qur’an (IBBQ) ini tentunya sangat baik untuk para Warga Binaan Khususnya yang belum bisa baca Qur’an.

“Banyak manfaat yang didapat dari Kegiatan Program IBBQ. Selain dari belajar Baca Al-Quran, Warga Binaan juga bisa lebih mendekatkan diri dan meningkatkan Ketaqwaannya kepada Allah SWT serta menjadi Motivasi bagi mereka untuk menjadi Pribadi yang lebih baik dari sebelumnya” ucap Herdianto.

“Semoga hal ini menjadi Ladang Amal bagi kita Semua” ujar Herdianto. (Red/SP@di)

Capai Prestasi Herdianto Bawa Lapas Muara Enim Raih Penghargaan Satker Berbasis HAM

Muara Enim, Penasriwijaya.com – Suatu Capaian Prestasi terhitung telah tiga tahun berturut – turut Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Muara Enim berhasil konsisten dalam meraih penghargaan Pelayanan Publik Berbasis (HAM) Hak Asasi Manusia.

Penetapan satker peraih penghargaan pelayanan berbasis HAM setelah di terbitkannya Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor. M.HH-06. HA. 04.03 tahun 2020 tentang Penetapan Pelayanan Publik Berbasis Hak Asasi Manusia Tahun 2020

Adapun untuk prosesi pemberian penghargaannya Nanti akan diselenggarakan secara virtual bertepatan Hari HAM se-dunia pada tanggal 14 Desember 2020.

Kalapas Muara Enim, Herdianto, Amd. IP, SH, M. Si., mengatakan,” prestasi yang telah diraih ini merupakan wujud nyata dari sebuah komitmen dalam membangun Lapas Muara Enim menjadi satuan kerja yang baik,” sampai Herdianto kepada Penasriwijaya.com. Sabtu (5/12/2020).

“Alhamdulilah berkat kerjasama yang baik akhirnya dapat membuahkan hasil yang manis untuk kemajuan Lapas Muara Enim dengan menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme yang di balut kreatifitas bahkan Inovasi,” ucap Herdianto.

Dirinya juga mengatakan,” dengan diraihnya penghargaan tersebut diharapkan jangan cepat berpuas diri “Kita harus terus SpeedUP, untuk Kemajuan Lapas Muara Enim,” pungkasnya. (Red/SP@di)

Asesmen Peserta Mengakhiri Rangkaian Kegiatan Peningkatan SDM Bagi Petugas Dan WBP Pada Bidang Jasa Konstruksi Di Lapas Kelas IIB Muara Enim

Muara Enim, Penasriwijaya.com – Rangkaian kegiatan peningkatan SDM bagi Petugas dan WBP dalam bidang jasa konstruksi yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIB Muara Enim bekerjasama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang beserta Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berakhir pada hari ini Jum’at, (4/12/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ini sangat bermanfaat bagi petugas dan warga binaan yang mengikutinya. Petugas dan warga binaan yang merupakan peserta kegiatan ini sangat antusias hingga pelaksanaan asesmen yang dilakukan oleh para Asesor dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi Sumatera Selatan.

Asesmen yang dilakukan oleh para Asesor ini dimaksudkan untuk menilai dan memutuskan kemampuan peserta apakah memang layak diberi sertifikat kemampuan dalam bidang jasa konstruksi. Sehingga kedepannya mereka yang memang benar – benar mampu dan bersertifikat bisa dipergunakan atau dipekerjakan untuk jasa konstruksi.

Asesmen ini diikuti oleh 114 peserta dengan 2 bidang jabatan kerja yakni pertamanan dan pengecatan. Setelah asesmen dilakukan acara berlanjut pada penutupan kegiatan yang sudah dilangsungkan selama 5 hari ini.

Pada penutupan acara, Kalapas melalui Kasiminkamtib, Bapak Agusnadi,SH., menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dan memfasilitasi kegiatan ini, mulai dari pihak BLP Lapas Kelas IIB Muara Enim, Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi Sumsel, dan tentunya para instruktur yang senantiasa membimbing para peserta baik itu petugas maupun warga binaan dengan sabar dan semangat. Semoga lewat kegiatan ini, peserta yang mengikuti terkhusus kepada warga binaan bisa termotivasi untuk selalu memgambil ilmu dari setiap kegiatan semacam ini yang mana nantinya bisa menjadi bekal dan meningkatkan kemampuan mereka dikemudian hari yang bisa dipergunakan dalam bidang jasa konstruksi. (Red/SP@di)

Polres OKU Melakukan Giat Ikrar/Deklarasi Damai Cabup Dan Cawabup OKU Tahun 2020

OKU, Penasiwijaya.com – Dalam rangka terciptanya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang aman, damai dan sehat, Kepolisi Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) melakukan kegiatan Ikrar/Deklarasi Damai bertempat di lapangan upacara Markas Kepolisian Resor (Mapolres) OKU. Kamis (4/12/2020).

Penyampaian Ikrar/Deklarasi Damai tersebut di hadiri oleh Calon Bupati H.Drs.Kuryana Azis dan Wakil Bupati H.Drs.Johan Anuar SH.MM., serta disaksikan langsung oleh Kepala Kepolisian Resor (Kepolres OKU), AKBP Arif Hidayat Ritonga, S.IK,MH., didampingi oleh Wakapolres OKU, KOMPOL, C.S Panjaitan, SE, M.SI., dan pejabat utama Polres OKU. Dandim 0403/OKU, Letkol (ARH) Tan Kurniawan, S.A.P., M.I.Pol., ketua KPUD OKU, Naning Wijaya ST. OKU, Ketua Bawaslu OKU, Dewantara Jaya SP., dari partai pengusung dan pendukung pasangan calon “Bekerja Lanjutkan” Drs.H.Kuryana Azis dan Drs.H Johan Anuar SH.,MM

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres OKU, AKBP Arif Hidayat Ritonga, S.IK,MH., membuka kegiatan dan juga menyampaikan terimakasih kepada Penyelenggara Pemilukada KPU dan Bawaslu Kab.OKU dan peserta Pilkada Pasangan Calon, Partai Pengusung dan Pendukung yang telah hadir dalam kegiatan Ikrar/Deklarasi Damai pada kegiatan hari ini.

Dalam kesempatan giat Deklarasi ini, kami meminta kepada Penyelenggara Pemilukada KPU dan Bawaslu Kab. OKU untuk tetap menjaga Integritas dan Netralitas dalam menjalankan sisa-sisa tahapan Pilkada Serentak Tahun 2020 ini.

Kepada Peserta Pilkada Pasangan Calon, Partai Pengusung dan Pendukung yang telah hadir, kami meminta agar sama-sama ikut menjaga situasi kamtibmas dan Politik di wilayah Kab. OKU tetap kondusif di sisa tahapan Pilkada serentak Kab. OKU tahun 2020,” sampai Kapolres OKU.

“Kami meminta Kepada Penyelenggara Pemilukada dan Peserta Pilkada yang ada di Kab. OKU untuk tetap menaati protokol kesehatan Covid-19 baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatannya dikarenakan saat Pandemi Covid-19 belum berakhir dan meminta Kepada Peserta Pilkada yaitu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati OKU serta partai Pengusung dan Pendukung apabila nantinya sewaktu – sewaktu terjadi konflik ataupun keributan antar pendukung agar dapat meredam emosi baik kader maupun pendukungnya agar tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum serta dapat menghimbau pendukungnya untuk menggunakan Medsos secara bijak dan hati-hati, jangan sampai nantinya disalah gunakan untuk mengejek dan memposting sesuatu yang memuat unsur SARA serta berita Hoax yang dapat memicu Konflik,” jelas Kapolres OKU.

Dan acara dilanjutkan dengan penyampaian Ikrar/Deklarasi Damai yang langsung disampaikan oleh Calon Bupati OKU H.Kuryana Azis adalah sebagai berikut : “Kami pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Ogan Komering Ulu pada Pilkada serentak tahun 2020 dimasa Covid-19 menyatakan”
1.Siap menang dan siap kalah.
2.Akan menyelesaikan segala permasalah terkait Pilkada dengan jalur hukum dan perundangan yang berlaku.
3.Akan mematuhi Protokol kesehatan disetiap tahapan Pilkada.
4.Akan terus menjaga Situasi Kamtibmas di Kab.OKU tetap Kondusif disetiap tahapan agar pelaksanaan Pilkada berjalan dengan Aman, Damai dan Sehat
5.Akan Terus menghimbau dan mengendalikan para pendukung/Simpatisan Agar tidak melakukan tindakan Anarkis atau yang bertentangan dengan Hukum dan Perundangan yang berlaku

Selain menyampaikan Ikrar/Deklarasi Damai Cabup dan Cawabup dan juga Ketua Tim Pemenangan, Drs Supriyadi MM., menandatangani surat Deklarasi Damai Pilkada tahun 2020 (SP@di)