PJS Bupati OKU Hadiri Dan Sambut Kunker Pangdam II/Sriwijaya Di Malam Ramah Tamah

OKU, Penasriwijaya.com – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Muhammad Zaki Aslam, S.IP, M,Si., menghadiri dan menyambut di acara malam ramah tamah Kunjungan Kerja (Kunker) Pangdam II/Sriwijaya bertempat ruang Induk rumah dinas Bupati OKU Selasa, (27/10/2020).

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati OKU M. Zaki Aslam, S.IP, M,Si dalam hal itu menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pangdam II/Sriwijaya beserta rombongan atas kunjungannya ke Kabupaten OKU, serta berharap agar kunker kali ini dapat menjadi momentum mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan suasana kondusifitas menjelang Pilkada 9 Desember mendatang.

“Kami berharap kunjungan silaturahmi seperti ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan sehingga informasi tentang pertahanan dan keamanan dapat diketahui,” ucap Pjs Bupati OKU.

Pjs Bupati OKU juga menyampaikan secara umum ancaman, gangguan, dan hambatan untuk ketentraman dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten OKU cukup relatif aman dan kondusif. Hal tersebut terwujud berkat sinergitas, kerjasama dan koordinasi yang terbangun dengan forum koordinasi pimpinan daerah. Kendati demikian Pjs. Bupati berharap agar situasi kondusif ini dapat ditingkatkan lagi,” sampainya.

Mengawali sambutannya Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi menyampaikan kunjungannya ke wilayah Kabupaten OKU selain dalam rangka pelaksanaan kunjungan kerja Pangdam II beserta rombongan tidak lain adalah untuk menjalin silahturahmi yang harmonis penuh kekeluargaan dengan satuan jajaran Kodam II/Sriwijaya sekaligus melakukan tatap muka dengan seluruh personil baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) dan Persit jajaran Kodim 0403/OKU.

Pangdam II/Sriwijaya juga mengapresiasi atas sambutan yang hangat penuh kekeluargaan dalam Rangka Malam Ramah Tamah Bersama Pjs. Bupati OKU serta Jajaran Forkopimda OKU,” kata Pangdam II/Sriwijaya.

Dalam kesempatan ini Pangdam juga berharap kerja sama yang sudah berjalan selama ini antara Pemerintah Kabupaten OKU tetap terjalin dengan baik,” tukasnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Pangdam Mayjen TNI Agus meminta agar prajurit melakukan kegiatan yang positif. Dia meminta jangan pernah bosan dalam hal mensosialisasikan 3M untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pintahnya.

Wabah Covid-19 jangan pernah dianggap sepele dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat, menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak, serta menghindari kontak dengan orang lain/menjaga jarak,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama Pangdam II Sriwijaya juga mengimbau semoga seluruh jajaran personil Kodim 0403/0KU agar menunjukan netralitalitas TNI pada saat Pilkada Bupati dan Wakil Bupati OKU yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020, TNI siap mensukseskan dan mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 yang aman damai dan sehat.

Acara ini dihadiri pula oleh, Forkopimda OKU, Asisten, OPD dan Kabag Terkait, Rombongan Pangdam II/Sriwijaya serta undangan lainnya. (SP@di)

SDN 01 Sungai Lilin Adakan Perawatan Dan Pembutan Taman

Muba, Penasriwijaya.com – Untuk meningkatkan keindahan dan tertata rapi lingkungan sekolah maka Sekolah Dasar Negara (SDN) 01 Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membuat inisiatif buat taman di depan halaman kantor sekolah, agar terlihat lebih indah dan cantik di lingkungan sekolah.

Menurut Kepala Sekolah SDN 01 Sungai Lilin, M. Dahlan Spd., mengatakan, sebelumnya di lokasi sekolahan tersebut terlihat berantakan dan tidak tertata rapi dan memberikan kesan kumuh. Sehingga dari kejauhan tampak kurang enak di pandang dan berantakan. Maka kita bangun taman dan dengan adanya taman yang baru di harapkan dapat memperindah taman sekolah kita,” ujar M Dahlan saat di Komfirmasi di kantornya. Minggu (25/10/2020) kemarin.

“Pembuatan taman tersebut merupakan satu upaya agar sekolah lebih terlihat nyaman, hijau dan asri sebab tanaman hijau dapat menghasilkan zat oksigen (02) yang dapat di manfaatkan oleh manusia untuk proses pernapasan.

Lebih lanjut Iya juga mengatakan, menepis asumsi kawan – kawan yang akhir ini mempertanyakan terkait pemeliharaan sekolah kami, Alhamdulillah wali siswa pun ikut membantu untuk melanjutkan menambahkan lokal sekolah selama ini yang kurang dan bertahap membuat taman sekolah, mengecat lokal sekolah dan membenahi apa yang kurang di SDN 01 Sungai lilin. Bertahap dikit demi sedikit pembenahan sekolah dan lokal kami kurang Alhamdulillah segara di wujudkan, walaupun tidak bisa sekaligus di realisasikan semuanya, untuk tahap selanjutnya apa pun kekurangan sekolah saya berusaha semampu saya guna pembenahan sekolah,” terangnya.

Taman yang baru dan ditempatkan di depan halaman kantor selain membantu menciptakan lingkungan hijau, dengan adanya taman ini juga dapat memperindah sekolah ,” tutupnya. (Sadiman)

Mantan Kades Pedataran Di Vonis 5 Tahun Penjara

OKU, Penasriwijaya.com – Sidang Kahirudin (47) mantan Kepala Desa (Kades) Pedataran Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang.

Sidang yang dipimpin oleh Adi Prasetyo, SH., MH., tersebut, dan
kepastian vonis mantan Kades Pedataran itu disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kajari OKU) Bayu Paramesti, SH., melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari OKU Johan Ciptadi, SH., kepada awak media, Selasa (13/10/2020).

“Terdakwa Kahirudin hari ini divonis 5 tahun penjara, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana desa tahun anggaran 2017,” kata Kasi Pidsus

Menurut dia, majelis hakim berpendapat bahwa terdakwa Kahirudin melanggar pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 undang – undang tindak pidana korupsi.

Selain vonis 5 tahun penjara tersebut, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp. 200.000.000 subsider 3 bulan kurungan serta kewajiban mengganti kerugian negara sebesar Rp.404.737.761.
Dan jika uang pengganti tersebut tidak dibayarkan oleh terdakwa nantinya, maka diganti pidana penjara selama 1 tahun penjara,” terang Kasi Pidsus.

“Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa 7 tahun penjara, denda yang Rp. 200.000.000 subsider 6 bulan kurungan serta pengganti kerugian negara Rp.404.737.761 jika tidak dibayarkan diganti dengan pidana penjara 1 tahun 10 bulan.

Atas putusan majelis hakim tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari OKU yang terdiri dari Mardiana, SH, Ariandana, SH dan Ari Dody Wijaya, SH menyatakan pikir – pikir. JPU menyatakan pikir – pikir atas putusan tersebut, demikian juga terdakwa,” jelas Kasi Pidsus. (SP@di)

Seorang Oknum Pegawai Disdik Diduga Ancam Wartawan Pakai Golok

OKU, Penasriwijaya.com – Beredar Video diduga salah seorang dari oknum pegawai dinas pendidikan di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membawa senjata tajam (Sajam) jenis parang, membuat pimpinan media Kontras86.com geram.

Dalam video itu, oknum pegawai di dinas pendidikan tersebut memegang parang sambil marah – marah kepada awak media, dan diketahui, korbannya adalah Hardaya salah satu wartawan dari media kontras86.com.

Didampingi Penasehat Hukumnya, Rijen Kadin Hasibuan SH, Adi dengan sapaan akrabnya sehari – harinya, beserta korban Hardaya, mendatangi SPKT Polres Banyuasin guna membuat laporan atas adanya dugaan intimidasi oleh salah seorang oknum pegawai di dinas pendidikan Banyuasin, Jumat malam (02/10/2020) kemarin.

Menurut cerita Hardaya, berawal dari dirinya ingin menemui kepala bagian SMP di dinas pendidikan. Saat itu, kepala bagian SMP langsung dapat ditemui. Karena sedang rapat, dan mau melaksanakan sholat terlebih dahulu, akhirnya dirinya harus menunggu.

“Izin kak…siapa kepala bagian SMP,” tanya Hardaya kepada orang dinas pendidikan. “Saya sendiri, kakak lagi ada rapat, sekarang mau sholat dulu,” jawab Kepala Bagian SMP.

“Iya kak, sholatlah dulu, soalnya ada yang mau diobrolkan ke kakak,” timpal Hardaya.

Lanjut Hardaya, setelah itu datanglah Thamrin dari LSM, lalu kami bersama – sama ke ruangan kepala bagian SMP tersebut, karena dilihat masih sibuk, akhirnya kami keluar, pada saat itu saya melihat ada kertas yang sudah rucek di kotak sampah lalu saya ambil, “tiba – tiba ada yang memanggil dan berkata. Ngapo kau ambek data itu kata oknum pegawai tersebut, dan saya menjawab ini kan sudah dibuang di sampah,” ujar Hardaya.

Bak disambar petir, terjadilah suasana yang menegangkan, dimana didalam isi video yang beredar oknum pegawai dari dinas pendidikan Banyuasin marah – marah sambil memegang senjata tajam berupa parang/golok.

Masih ditempat yang sama, Adi melalui penasehat hukumnya, Rijen Kadin Hasibuan SH, sesuai dengan surat tanda terima laporan polisi Nomor: STTLP/B-219/X/2020/Sumsel/RES BANYUASIN, mengatakan akan terus mengawal dan mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Kita percayakan semua kepada pihak kepolisian, kita ikuti proses hukum yang ada,” tandasnya. ( Sadiman )